Nyatanya gue gabisa ngehindar dari hal yang harus gue lupakan dengan cepat, hari ini dia datang ke kelas. Bukan dia seorang sebenarnya, ya semua kelas tiga. Karena mereka mau lulus, semua bersalaman dan meminta maaf, gue menyibukan diri dengan membagikan kaset dvd ke temen-temen gue, mencoba menyibukan diri dan merunduk saat tau kelas dia masuk kelas gue.
Awalnya gue biasa aja, sampai dia menyalami gue, gue nggak bisa apa-apa gue bahkan nggak kuat untuk melihatnya langsung, rasanya Gebby yang waktu itu ada disebelah gue pengen ngetawain gue, sialan memang.
Gue ngeliat tangannya, dan gue cepat-cepat menganggukan kepala seolah mengiyakan kata maafnya. Mencoba mengalihkan pandangan melihat hal lain. Saat gue mencoba ngeliat dia keluar kelas, gue mengambil nafas lega, tapi ternyata gue malah ngeliat wajah yang sama orang yang berbeda alias kakaknya, gue tersenyum dan merasa malu waktu itu.
Bagaimana bisa, melihat wajah yang sama tapi orang yang berbeda, dan rasanyapun beda. Walaupun begitu, gue malah melakukan hal bodoh hari ini. Gue ngechat dia di facebook dan menuliskan ini.
Hatiku terdiam mati disini, tak sepatah katapun terucap dari mulut ini. Hanya kata maaf yang kau ucapkan, pikiranku entah kemana, terdiam membisu. Jantungku berhenti berdetak, saat kau mengatakan maaf, menggengam tangan ini orang yang tak seharusnya ku ingat lagi, namun tak bisa ku mengelak.Menghindarpun tak mampu. Apalagi tuk memaafkan, masih terasa sakit hingga saat ini. Kenangan itu, semua cerita masa lalu, rasanya ingin ku lupakan semuanya, seandainya ku bisa. Hingga tak terasa, waktu kan terus bergulir, menghapus semua cerita yang telah lalu, serta rasa sayang itu, dan semua yang masih membekas di hati ini, ingatan tentang masalalu.Selamat tinggal, mungkin kata yang tepat untuk saat ini. Kalau ditanya ini Puisi atau apa, aku tak tahu. Namun, ini hanya sebatas kata yang tersusun dari hati yang sudah mati karenamu.
Gue tau pesan itu nggak bakalan dia bales, tapi rasanya itu sudah cukup. Gue ngerti gue cuman sedang mencoba melupakan orang yang gue pernah sayang. Dan gue harus bisa. Ngelupain dia.