Kau seperti selalu berdiri sendiri,
Tak ada seorang pun yang memihakmu,
Membantumu. Kau terasa seperti orang asing,
Selalu sendirian, sendiri, dan sendiri.
Kau mencoba tegar dalam kesengsaraan,
Tak peduli apa yang mereka bicarakan.
Di dalam kepalamu, berkecamuk hebat
Tentang segala yang terjadi.
Haruskah selalu seperti ini?
Mereka terlalu sering menindasmu.
Namun kau selalu mencoba menerima,
Dan memaafkan perilaku mereka.
Kau selalu berkata bahwa Tuhan
Masih bersamamu, selalu mendengar
Segala doamu. Karena kau memilih
Menyerahkan segala masalah kepada-Nya.
Terkadang kau mencoba membalas,
Bukan menyelesaikan masalah,
Namun memperkeruh suasana.
Percuma, tak ada yang mendengarkan.
Kau akan selalu dianggap pecundang.
Namun satu hal yang kau yakini,
Tak apa jika kau sendirian,
Meski mereka bersama menindasmu.
Karena kau masih memiliki Tuhan,
Yang selalu ada bersamamu.
Tuhan tahu jalan terbaik bagimu,
Dan kau akan selalu tersenyum.
Sampai kau lelah menutupi luka di hatimu,
Karena dengan tersenyum,
Kau mencoba menenangkan diri,
Menghadapi masalah dengan kepala dingin.
Biar hati mereka sekeras batu,
Kau terus mencoba mengetuk,
Menyadarkan mereka bahwa mereka salah,
Namun percuma, itu tak berguna.
Mungkin langkahmu terhenti,
Namun kau tetap mencari jalan keluar terbaik dalam hidupmu.