Pernah nggak lo nyoba nge-stalk akun orang lain cuma karena penasaran, apa sih yang dia lakuin sekarang? Atau pernah nggak nyadar kalau kita udah banyak banget ngabisin waktu buat seseorang yang udah hilang dari kehidupan kita? Itu sih yang gue rasain setahun belakangan ini.
Bodohnya, hal ini kayak virus yang nggak tahu obatnya. Mungkin kita sendiri yang harus coba berhenti. Tapi, kadang itu terjadi begitu aja, susah banget untuk ngelupain masa lalu, apalagi harus benci atau hindarin dia. Pengen nggak sih kalau kita punya pacar atau gebetan, terus selesai karena putus atau nggak diterima, tapi tetap temenan? Jarang banget. Biasanya yang ada malah buang muka, sok nggak kenal, dan nggak peduli. Di satu sisi, ada yang terluka dan terpaksa melakukannya.
Cinta? Seharusnya mudah dipahami dan dimengerti, bukan bikin seseorang bingung. Perasaan bisa muncul kapan aja dan di mana aja, nggak peduli kita dulu pernah musuhan atau jadi sahabat terus pacaran. Kayaknya udah jadi hal wajar. Yang bikin beda itu suasananya, kenapa kita harus jadi orang yang "berbeda" dan sok jadi yang terbaik di depan seseorang yang kita sayangi? Kenapa, sih?
Semua ada batasnya, dan dalam batas itu banyak hal yang bisa kita ambil sisi positifnya. Dalam cinta, pernah nggak kita ngerasa bahwa sebelum dan sesudah itu rasanya beda?
Contoh:
- Sebelum Pacaran: Kemana-mana enak, nggak ada yang ganggu, tapi rasanya sepi.
- Udah Pacaran: Mau kemana-mana susah dicariin terus, tapi enaknya ada yang bisa diajak jalan.
Nah, yang kayak gini nih yang bikin problematika
Single sih emang pilihan, tapi kalau jomblo, rasanya masih antara nasib dan kenyataan pahit. Kita nggak mungkin kan mengecewakan orang yang kita sayangi? Dan yang terpenting, jangan kelewat batas, guys. Tetep jaga nama baik lo sendiri, jangan sampai bikin kesalahan di masa muda soal cinta. Hati-hati, masa muda lo bisa habis dan ancur cuma gara-gara cinta.