Akhir September yang Kacau

Gue nggak tahu nih, orang yang gue sayang sekarang benci gue atau gimana. Gue bingung bilangnya. Apa yang gue lakuin benar atau salah, gue juga nggak tahu. Yang gue rasain cuma spontanitas dan perasaan lelah menunggu. Pada akhirnya, gue cuma bisa menertawakan diri sendiri. Lalu mulai dari bercanda dan canggung buat ngomongin hal itu lagi. Paling nggak, gue udah nyoba.

Masalahnya, semua yang gue lakuin selama ini rasanya sia-sia. Gue nggak peduli lagi. Gue udah nyoba jadi orang yang lebih baik entah berapa kali, terus bilang ke diri sendiri buat nggak larut dalam dunia yang gelap ini.

Setelah inspirasi yang menghilang setahun yang lalu, gue nggak punya inspirasi lain. Gue coba nyari, tapi yang ada cuma gagal, kayak malam ini. Gue nggak tahu kenapa dan apa yang salah, tapi kalau memang harus pergi, ya apa boleh buat. Paling nggak, jaga jarak aja.

Yang penting, gue udah nyoba. Mungkin gue nggak terlihat, tapi gue selalu ada dan memperhatikan segala yang dilakukan oleh orang-orang yang pernah gue sayangi.

Gue juga sadar, gue nggak lebih dari seseorang yang bodoh. Lantas, apa yang harus gue lakuin? Gue bingung harus ngapain lagi, kemana lagi. Yang ada cuma bingung menentukan arah. Entah udah berapa lama gue tersesat, tersesat dalam hidup yang gue jalani sendiri.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##