Kali ini gue baru selesai nonton film 'London Love Story' dengan penulis novel dan skenario Tisa Ts. Yup Tisa sepertinya sangat suka menyuguhkan sebuah drama yang berkelanjutan menurut gue, karena film ini pemainnya lagi dan lagi adalah Dimas Anggara dan Michelle Ziudith. Pertama kali gue lihat mereka berdua beradu akting di serial televisi Love in Paris berlanjut ke film Magic Hour yang bikin beberapa temen gue baper. Kali ini London Love Story menurut gue pribadi sih bisa jadi film dengan garapan yang cukup baik tapi hanya dalam pemilihan tempat aja, karena formulanya lagi-lagi sama seperti di dua film sebelumnya dengan adegan drama yang udah pernah terjadi di dua judul yang gue sebutin tadi.
Singkat cerita malam ini gue berangkat bareng adik kelas, ya bukan untuk dipepet sih toh ini beda keyakinan selain agama juga gue yakin dia engga keknya. Awalnya sih mau ngajak temen, tapi ya gue gak bisa maksa dia jauh-jauh ke Bioskop karena emang agak jauh jaraknya.
Dengan cerobohnya entah bagaimana malam ini, gue kehilangan uang kembalian. Mungkin karena gue lupa naruh atau keburu-buru. Udah cukuplah ya gue basa-basinya hehe.
Review:
London Love Story, disutradarai oleh Asep Kusdinar dan diproduksi Screenplay ini mengambil tempat di London dan Bali sebagai latar belakang untuk memperkuat romansa antara Caramel (diperankan oleh Michelle Ziudith) dan Dave (diperankan oleh Dimas Anggara). Film ini menawarkan pemandangan indah dari kedua lokasi tersebut, termasuk landmark kota London seperti Trafalgar Square, London Eye, London Tower Bridge, dan Big Ben.
Selain itu, akting Dimas dan Michelle dalam memerankan karakter Dave dan Caramel sangat meyakinkan saat beradegan romantis. Keduanya memang udah sering beradu akting sebelumnya, sewaktu sinetron Love In Paris dan film Magic Hour.
Walaupun syuting dengan waktu minim, yaitu dua minggu membuat penggarapan film ini dibuat sangat cepat dengan kualitas yang cukup bagus pula Sayangnya, kondisi Michelle Ziudith yang sempat mengalami sakit membuat suaranya agak serak di beberapa adegan. Michelle pun mengakui hal itu. Karena suaranya yang hampir hilang membuat ia harus bekerja ekstra kerja untuk menunjukan akting yang terbaik. Meski demikian, jika dikaitkan dengan kondisi Caramel yang tak bisa move on dari cinta lamanya, hal itu tidak terlalu mengganggu.
Sedangkan Dimas Anggara tampil bagus sebagai Dave. Ia bisa melebur dalam perannya dengan baik. Begitu juga dengan Dion Wiyoko. Meski hanya tampil di beberapa adegan, aktingnya terasa paling menonjol. Ramzy juga membuat London Love Story terasa agak ringan dan menghibur di tengah-tengah nuansa cerita yang terkesan mellow.
Original Soundtrack (OST) :
Berbeda dengan Magic Hour yang bernuansa lebih cerita, London Love Story terasa lebih mendayu-dayu karena diawali dengan cerita patah hati. Dari segi cerita, film London Love Story menyajikan sejumlah twist yang menarik. Film ini juga menyelipkan beberapa pesan positif. Seperti, jangan pernah lari dari cinta dan kenyataan.
Bukan hanya tentang arti dari cinta itu sendiri, namun juga sisi persahabatan yang dibangun sejumlah karakter utamanya. Lagu soundtrack yang menampilkan Afgan dan Raisa yang berjudul Percayalah semakin menambah haru-biru penonton. Selain itu, ada sejumlah quotes atau kutipan yang menarik dan akan banyak diingat.
Salah satunya yang paling 'beracun' adalah:
Aku bener-bener nggak bisa ngebayangin gimana menjalani hidup tanpa kamu. Kehilangan kamu itu jauh lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri.
Meski dirilis pada 4 Februari ini, film London Love Story bisa menjadi tontonan yang pas untuk menghiasi Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day pada 14 Februari mendatang.
Caramel menerima paket dari ibunya yang berisi surat, tetapi dia memilih untuk membuangnya semua tanpa membacanya. Sementara itu, Dave berpesta di klub dengan teman-temannya, termasuk Aron Ashab yang berulang tahun. Ketika Dave mencoba menelepon Caramel, dia melihat seseorang yang mencoba bunuh diri dan memutuskan untuk menolongnya. Wanita itu bernama Adele, dan dia mulai jatuh cinta pada Dave.
Di sisi lain, Sam (diperankan oleh Ramzi) bertemu dengan Caramel dan memberitahu Dave bahwa dia melihatnya. Dave dan Caramel bertemu di kereta dan mengenang kenangan indah mereka di Bali. Namun, pada hari keempat, Caramel memutuskan untuk meninggalkan Dave.
Lagu "Percayalah" membawa mereka kembali bersama di London dengan bantuan Bima dan Adele. Adele menemukan surat dan foto Caramel bersama Dave, yang membuat hatinya hancur. Sementara itu, Dave terluka dalam upaya untuk mengejar Caramel, dan dia akhirnya terjebak dalam koma.
Caramel merasa bersalah dan memberitahu semua kebenaran pada Adele. Riana, adik Dave, datang ke London bersama Ramzy dan memberikan cincin kepada Dave dan Caramel, yang mengikat hati mereka. Akhirnya, Dave bangun dari komanya dan mereka berdua memilih untuk bersama-sama.
