Gue nonton Koala Kumal untuk kedua kalinya dan nunggu lama banget karena filmnya mulai jam delapan malam. Gue udah dateng sekitar setengah tujuh dan ngabisin waktu selama satu setengah jam bengong sambil ngeliat trailer film lain yang bakalan segera tayang di bioskop. Sebenernya sih udah pernah nonton sebelumnya tapi gak seru karena waktu itu gue nonton sendirian. Kali ini gue pengen ngebahas dan review film ini meskipun mungkin gak jelas. Di bioskop, Gue juga ketemu sama orang baru yang diam saja di sebelah poster foto Koala Kumal cukup lama. Gue tanyalah, basa-basi dari mana dia dan akhirnya ngobrol bentar. Dia ternyata dari Kalimantan dan baru aja di Banyuwangi gak lama ini.
Di film Single, alurnya bercerita tentang seseorang yang lama jomblo dan gagal dalam mencari cewek. Namun, teman-temannya membantunya dan akhirnya ia berhasil mendapatkan kebahagiaan. Tetapi di film Koala Kumal, ceritanya dibuat sebaliknya dan gak bisa ditebak. Ada sesuatu yang menarik mulai dari adegan awal hingga akhirnya. Film ini lebih kompleks dibandingkan dengan Single. Gue sampe hanyut dan menikmati setiap adegannya. Ada banyak adegan yang gak ada di film Raditya Dika lainnya karena film Single ditulis secara fiksi dengan tokoh Ebi yang diperankan oleh Raditya Dika. Film ini sangat menyentuh tentang persahabatan, keluarga, dan gimana rasanya menjalani hidup di tengah kesendirian ketika lo jomblo lama dan harus mencari pasangan
Sedangkan Koala Kumal ini menceritakan kisah patah hati Raditya Dika dan perjuangannya untuk bangkit kembali. Dalam film ini, Raditya Dika menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin pernah ditanyakan orang seperti "Kenapa di film lo gak ada adegan pernikahan?" atau "Kenapa lo gak meluk cewek cantik pas lagi adegan mesra?". Beberapa jawaban gak sengaja muncul di dalam dialog dan situasi dalam film ini, juga dari beberapa tweet dan tulisan yang dibuat oleh Raditya Dika.
Meskipun adegan pernikahan ada di film "Single", dalam "Koala Kumal" hampir terjadi pernikahan tetapi akhirnya gagal dan putus. Lebih baik gue gak memberikan spoiler banyak-banyak karena film ini benar-benar bagus. Kemudian, lawan main Raditya Dika dalam film ini Sheryl Sheinafia. Meskipun banyak yang tau Sheryl sebagai seorang musisi, Sheryl berhasil memerankan tokoh Trisna dengan baik meskipun ia baru belajar akting.
Raditya Dika sendiri memerankan dirinya sendiri sebagai seorang penulis yang baru saja patah hati dan bingung menulis bukunya yang deadline-nya sudah dekat. Namun, setelah mengalami patah hati dan kehilangan pasangannya, ia berhasil bangkit kembali dan menyadari bahwa semua hal terjadi karena ada alasan. Pengalaman ini membantu dirinya untuk menjadi lebih dewasa dan mengubah hidupnya.
Menurut Gue, film ini cukup rumit pada awalnya tetapi semakin lurus di akhirnya. Semua pertanyaan yang muncul di awal film dijawab dengan baik pada akhirnya, terutama mengenai bagaimana Raditya Dika menyadari patah hatinya, apa penyebabnya, dan bagaimana ia berhasil sembuh.
Gue pikir film ini layak dan cocok untuk ditonton di bioskop, jangan nunggu bajakan. Mau nonton sendirian, bareng pacar, keluarga, teman, atau bahkan mantan. Ajak aja dan tonton di bioskop agar lo bisa puas ketawa bareng, ngerasa sedih, terharu, kaget, dan ngetawain hal-hal yang seharusnya gak perlu ditertawakan. Film komedi patah hati ini benar-benar menyentuh banyak aspek kehidupan dan patut ditonton semua orang. Dahlah ya, segitu dulu. makasih udah baca ulasan Gue, see u next time. Bye!
