Seringkali ditanya kenapa sih suka, NOAH. Band yang awalnya sudah sempat vakum cukup lama lalu berganti nama setelah vokalisnya selesai menjalani masa tahanan?
Nggak gitu,yang sebenarnya terjadi adalah kontrak nama Peterpan itu sudah habis sejak album terakhir mereka, Sebuah Nama Sebuah Cerita. Jadi nama Peterpan sebenernya udah gak lagi dipakai sejak 2010 bahkan sebelum kasus vokalisnya terjadi, mereka sudah mempunyai beberapa nama usulan Tanaris, Raokin, Masterplan dan Noah.
Bahkan sudah ada judul albumnya yaitu Revolusi dengan nama band Masterplan. Namun ternyata masalah lain pada Mei 2010 tak terelakan. Dan rencana launching nama baru beserta album harus tertunda dua tahun lamanya.
Tak usai sampai disitu, yang gue tahu pada masa-masa vakum itu mereka kembali menggelar ragam konser tribute untuk peterpan, minus Ariel tentunya. Dan hal itu yang bikin gue percaya waktu itu, suatu saat mereka akan kembali lagi bermusik.
Gue udah jatuh hati pada band Peterpan sejak Ayah bawain album Bintang Di Surga, lalu disusul Taman Langit album sebelumnya, Awalnya gue biasa aja, ya seperti anak-anak pada umumnya menikmati lagunya dan waktu itu filmnya dengan OST Alexandria dari Peterpan sempat wara-wiri di TV. Gue bener-bener mutusin ini salah satu band kesukaan gue, adalah ketika mendengarkan lagu Di Balik Awan. Menurut gue dari sekian lagi Peterpan, lagu Di Balik Awan menjadi lagu favorite pertama gue.
Selain karena lirik dan musiknya yang enak didengar, entah kenapa rasanya ada hal lain yang gue rasain waktu itu, bahkan sampai sekarang.
Gue seneng banget ketika Album Suara Lainnya dirilis, sayangnya gue nggak bisa dapetin rilisan fisiknya. Karena di kota gue bahkan nggak ada yang jual. Waktu itu buat anak SMP kayak gue, ngeliat band kesayangannya bangkit lagi walaupun di masa sulit adalah hal yang membuat gue percaya, apapun yang terjadi dalam kehidupan pasti ada titik baliknya, termasuk Album Suara Lainnya menjadi titik awal kembalinya Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David kedalam blantika musik Indonesia.
Agustus 2012, Mereka mengumumkan pergantian nama, yaitu NOAH. Gue langsung mencoba mencari tahu segala hal tentang nama band yang baru, sampai bertemu lah gue dengan temen-temen sesama yang bener-bener seneng banget sama Peterpan atau NOAH sekarang. Waktu itu gue kenal Fandie, Huda dan anak-anak Sahabat Banyuwangi diawal 2013.
Gue mulai sering ikut gathering mereka bareng mas Okta, pernah ke Banyuwangi sampai malam cuman untuk beli Merchandise NOAH, dulu Banyuwangi bahkan punya NOAH Storenya sendiri, tapi gak cukup lama bertahan.
Banyak hal yang terjadi yang membuat gue beneran suka dengan NOAH. Hal-hal tersebut lebih tepatnya dari karya mereka, semangat bermusik mereka, walaupun semenjak sepeninggal Reza dan Uki sekarang NOAH menjadi lebih simple sebagai Band, mencoba tetap bertahan dan berkarya.
Album Seperti Seharusnya menjadi pembuktian kembalinya mereka bermusik, Album Second Chance menjadi album nostalgia terhadap lagu-lagu lama mereka yang diaransemen ulang, lalu kolaborasi Album Satu dengan Iwan Fals memperlihatkan bahwa NOAH masih mempunyai semangat musik yang sama sepeninggal Reza usai launching Album Second Chance di akhir tahun 2014.
2016, Sings Legends adalah Album recycle lagu-lagu musisi ternama yang pernah besar di masanya, menjadikan NOAH salah satu band yang dapat membuat lagu orang lain seolah lagu mereka.
Ada banyak hal terjadi di kurun waktu 2016 - 2019 mulai dari tour yang bener-bener padet dan rilis single album baru yang entah tak kunjung hadir, sampai pada Agustus bulan ini. NOAH launching Album Keterkaitan Keterikatan sekaligus menjadi album perpisahan untuk Uki yang memutuskan hengkang sejak Januari 2019.
Gue udah curiga dari awal, dari story Instagram gue ketika itu merasa kenapa Uki nggak pernah ada di tiap konser baik on-air maupun off-air.
Sekarang, hari ini. Gue lagi nungguin mereka launching di RCTI. Albumnya tapi sudah ditangan, gue udah beli dengan paket promo dari Grab karena mereka launching lagi bareng KFC Musik.
Dari semua lagu-lagu terbaru, gue suka Menemaniku feelsnya terasa sama seperti Terbagun Sendiri di album Seperti Seharusnya. Bedanya Menemaniku ditulis oleh David.
Gue seneng band kesayangan gue ngeluarin Album lagi, tapi juga sedih karena kehilangan satu lagi personil. Jadi kalo lo masih tanya kenapa gue suka NOAH ya sepanjang ini dan berbelit-belit ceritanya, intinya gue suka dengan cerita, perjuangan, karya, persahabatan dan semua yang ada di dalamnya, NOAH bukan hanya Ariel tapi Uki, Lukman, Reza dan David.
Dan semua yang ada di dalamnya termasuk kini additional Player NOAH aktif, seperti Rio Alief, Lanlan, Iwan. Atau mereka yang dulunya pernah membantu Lucky, Ihsan Nurrachman, Boyi Tondo. Mereka yang menjadikan NOAH seperti sekarang.
Kalo lo? Apa alasan lo suka Musisi atau Idola kesayangan lo?
