Menebak Lokasi KKN Desa Penari.

Setelah berdiskusi panjang dengan salah seorang teman, kami menyimpulkan satu hal: kemungkinan lokasi kejadian adalah Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Kalibaru, Desa Wonorejo, Alas De Gumitir. (Tebakan ini berdasarkan kronologis cerita, inisial, dan beberapa aspek yang ada dalam thread tersebut).

Pada tahun 2009:

  • Tidak ada listrik
  • Akses desa sulit
  • Dekat dengan hutan dan pegunungan, ada sungai, tidak ada sawah
  • Tidak ada kamar mandi
  • Bahasa Jawa halus
  • Ada sesajen
  • Akses ke kota terdekat memerlukan 30-45 menit, yaitu Kota Genteng.

Jarak tempuh Widya dan Wahyu memerlukan dua jam untuk sampai ke pasar di kota B. Pada tahun 2009, Pasar Genteng tidak beroperasi setiap hari, begitupun Rogojampi. Pasar paling besar di Banyuwangi adalah Blambangan.

Kedua, mereka melewati kota Jember. Ada orang tua yang minta-minta uang, mirip dengan yang ada di Gumitir. Rest area di Gumitir juga sepi dan samar jika dilihat setiap kali kita lewat.

Hal yang paling membingungkan adalah sinden dan penari. Jika kejadian benar terjadi di Banyuwangi pada tahun 2009, budaya tersebut masih kental. Namun, mulai 2012, Banyuwangi mulai dikenal sebagai objek wisata dan bukan lagi kota yang terjamah.

Ada juga tebakan mengenai De Jawatan yang lucu, serta petilasan Rowo Bayu, tetapi jarak tempuh ke kota dua jam sangat diragukan.

Kalipuro atau Kalipahit bisa jadi pilihan, tapi sulit dipastikan. Jarak tempuh ke kota lebih dari dua jam. Berdasarkan sudut pandang Nur & Widya, kami menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada Ayu yang membawa mereka ke sana, dan Bima yang salah arah serta khilaf.

Namun, ini hanya tebakan. Ada yang gamblang menyebut Desa Widuri, Alas Dadapan, Kabupaten Bondowoso. Jika jarak dari Kota S ke Kota B kisaran 4-5 jam, bisa saja Surabaya - Bondowoso. Dalam cerita, sebelum sampai Kota B, mobil mereka digedor oleh orang tua di Kota J.

Menurut Ibu Widya, Kota B adalah tempat yang dikelilingi hutan, mirip dengan Bondowoso yang juga dikelilingi hutan, mirip dengan Banyuwangi. Namun, pada akhirnya, siapa yang tahu? Kami hanya menebak-nebak.

Baru-baru ini, kami berdiskusi dan menemukan fakta bahwa seseorang bernama Bedjo mengatakan bahwa tebakan lokasi kami salah. Pencerita dikatakan terlalu menutupi, dan ini sebenarnya adalah cerita lama yang sudah dirahasiakan oleh kampus, hanya alumni 2005/2006 yang tahu kronologis lengkapnya.

Cerita dari Widya dan Nur banyak yang tidak sesuai fakta. Misalnya, inisial awal abjad lokasi, gambar lokasi, dan jumlah anak KKN, yang kemudian diklarifikasi oleh pembuat thread bahwa bukan 6 melainkan 14 anak.

Menurut penuturan Mas Bedjo, lokasi pertama adalah Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Sayangnya, anak-anak tersebut bilang, “ah kurang ekstrem, cari lagi,” dan akhirnya mencari tempat yang lebih menantang di Desa Kemiren, lebih jauh ke dalam hutan.

Sekitar 15 menit dari Kemiren, tempat tersebut masih kental dengan adat dan jauh dari keramaian kota. Sebenarnya, jika tidak dirahasiakan, sudah seharusnya diketahui bahwa desa penari hanya ada di Kemiren, menurut Mas Bedjo, di mana masih ditemui tumbuhan kopi. Entah mana yang benar, tetapi menurut Mas Bedjo, hutan D bukanlah Dadapan atau De Gumitir, melainkan hutan Desa Kemiren. 'Di situ memang ada hutan, tapi tidak seterkenal Alas Purwo'. Lalu Mas Bedjo bertemu teman se-alumninya, Mas Abraham Samuel, yang berkata, ‘Alm. Ayu Riska Safitri?’ Mas Bedjo menjawab, ‘Iya,’ dan Mas Abraham berkata, ‘Doakan saja.’

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##