Hah, udah tua aja. Anjirlah. Sepuluh tahun ke belakang, impian anak bego ini masih kekeh ingin jadi salah satu programmer andal. Hahaha. Nyatanya, sekarang anak bego ini malah terjebak di program studi televisi dan film.
Apakah mimpi jadi programmer sirna? Maybe. Hahaha. Lima tahun lalu, anak ini gue bercermin dan bertanya-tanya. Kesalahan terasa begitu berat, terutama di tahun 2014-2017. Tapi nyatanya, mengecewakan banyak orang nggak berhenti di umur 17 tahun.
Sekarang di umur 20, anak itu alias gue bangsat, masih terus bikin beragam kesalahan dan keputusan goblok lainnya. Tapi satu per satu gue coba selesaikan, walaupun pelan-pelan.
Harapan? Nggak ada. Gue udah benci ulang tahun sejak 2014. Buat gue, 27 Februari bukan hari spesial. Gue juga nggak tahu lagi arti ulang tahun. Hahaha. Toh, jarang ada yang ngeh kalau gue ulang tahun. Dan lucunya, karena udah biasa, gue pun akhirnya suka.
Bahwa eksistensi gue di dunia ini nggak ada artinya. Karena nyatanya, bukan umur yang mendewasakan kita, tapi perbuatan, perilaku, dan sifat.
Gue bersyukur, beberapa tahun ke belakang ulang tahun gue senyap. Alias, gue nggak lagi ngerayain. Hahaha. Dan inilah kehidupan 20 tahun gue bermula. Semoga aja gue nggak makin banyak ngelakuin hal bodoh.
Tapi di tengah semua ini, gue mulai paham. Setiap langkah, sekecil apa pun, membentuk siapa gue hari ini. Mungkin ini bukan soal jadi yang terbaik di bidang tertentu, tapi tentang bagaimana gue menghadapi dan belajar dari perjalanan ini.
Gue mungkin masih anak bego dengan banyak kekurangan, tapi gue belajar menerima dan memperbaiki diri.
Jadi, mungkin ulang tahun bukan hal yang spesial. Tapi setiap hari yang gue jalani adalah kesempatan buat jadi lebih baik. Sekalipun cuma sedikit. Ini perjalanan, bukan tujuan akhir. Dan meskipun kadang rasanya berat, gue tetap bersyukur. Karena gue masih di sini. Masih terus berusaha.