Sebel dengan Konspirasi

Teori konspirasi ini kebanyakan dipercayai oleh orang-orang yang ya everybody have their opinion yang dangkal menurut gue terutama teori bumi datar, ya everybody lah ya ga cuman keyakinan mayoritas semua keyakinan lah. Gue nggak mau pukul rata, tapi ya gue juga gabisa nyalahain salah satu aja.
Hari ini gue bener-bener nggak ngerti dan gagal paham. Orang-orang lagi pada heboh bahas konspirasi soal COVID-19. Gue cuma bisa mikir, "Lah, boleh aja lo percaya ini konspirasi Yahudi lah, China, atau AS yang lagi perang biomechanical weapon buat persiapan WW3, terserah. Tapi, kok nggak lo filter dulu, nyet?"

Nggak semua yang lo omongin itu benar-benar terjadi. Semua masih abu-abu, dan nggak harus lo telan mentah-mentah beragam teori konspirasi yang menurut gue juga absurd.

Entahlah, mungkin gue terlalu vokal, dan mungkin juga bukan orang yang sereligius itu untuk langsung percaya dengan teori konspirasi yang menyalahkan kapitalisme atas semua yang sedang terjadi di dunia saat ini. But seriously, the fuck, gitu loh.

Gue juga nggak lagi punya faith yang kuat sekarang. Lo pada taulah, ada yang terjadi dengan salah satu keyakinan mayoritas ini. Gue tahu ini keyakinan yang baik, begitu juga dengan keyakinan yang orang lain percayai. Tapi, omong kosong gitu loh, harusnya keyakinan ini ramah, bukan penuh amarah. Yang gue lihat, semakin orang merasa tingginya ilmu dari keyakinan yang dia percayai, malah jadi semakin sombong dan merasa bahwa keyakinan dia yang paling benar. Oke, boleh aja lo yakin bahwa yang lo yakini itu yang paling benar, tapi bukan berarti lo bisa seenaknya nge-judge keyakinan orang lain yang berbeda dengan lo.

Gue kehilangan faith sejak salah satu politikus dijebloskan ke penjara oleh suatu gerakan keyakinan dari, ya lo taulah, ormas serba putih hijau itu. Dulu gue orang yang punya faith, tapi sekarang gue mulai meragukan keyakinan gue sendiri, bahkan sampai sekarang. Maaf buat teman-teman gue yang mungkin berbeda dengan gue, tolong hormati pilihan gue.

Gue pun menghormati semua keyakinan lo semua, termasuk yang sama dengan gue sebelumnya. Yes, gue kehilangan keyakinan tentang semua ini, tapi bukan berarti gue jadi orang yang bebal. Gue pun sempat berpikir untuk berpindah keyakinan, tapi nggak semudah itu. Makanya, gue mencoba mempelajari lagi keyakinan yang sekarang gue lagi lose faith ini.

Gue pengen belajar lagi, apakah sebenarnya keyakinan ini udah terbaik buat gue. Gue nggak munafik kalau dibilang mirip Coki yang almost become like him, tapi gue juga nggak nutup kemungkinan buat trust back to this faith, gitu loh.

Teori konspirasi ini kebanyakan dipercayai oleh orang-orang yang, ya, everybody have their opinion, yang menurut gue dangkal, terutama teori bumi datar. Ini bukan soal keyakinan mayoritas aja, semua keyakinan juga sama. Gue nggak mau pukul rata, tapi ya, gue juga nggak bisa nyalahin satu pihak aja.

Gue ngomong gini karena semua teman gue juga tau kalau gue lose faith, haha, not a secret anymore. Gue cuma pengen jadi orang baik, yang baik ke semua orang, yang memanusiakan manusia, nggak belagak jadi orang yang lebih dari manusia lain.

Wajar kalau gue kadang juga suka quick judge, atau self-acclaim, dan banyak sifat buruk lainnya. Tapi gue masih belajar, sama kayak manusia lain, buat nggak gampang terpancing atau marah soal sesuatu, dan mencoba cuek. Tapi kadang, ya, gue kesel aja, entahlah. Soal ini, hanya gue yang tau dengan yang di atas. Harapannya sederhana, mungkin suatu saat kita bisa akur lagi, dalam artian akur dalam suatu keyakinan yang dipercayai dan dianut oleh beberapa orang.

Udahlah, gue emang bukan orang yang cukup baik dalam berkeyakinan sejak masuk SMK dulu, tapi gue masih berusaha jadi orang yang baik selayaknya manusia yang terus belajar menjadi lebih baik. Setidaknya, itu yang bisa gue lakukan, tetap menjadi baik.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##