Jadi Dosen/Guru Mudah, Jadi Pengajar Susah.

Sekali lagi, nggak semua dosen dan guru nyebelin, terlebih dosen yang mau ngajarin. Kalau dosen yang hanya hadir dan lalu ngasih tugas, gimana? Ya bisa lo jabarin sendiri.

Yes, lo boleh setuju atau nggak dengan judul postingan gue kali ini, it's free. Bagi lo yang anaknya dosen/guru, atau bagi dosen gue, guru gue—nggak, gue nggak mukul rata kok.

Ini opini gue aja, free kan? Negara bebas boleh ngomong kan? Sebagai warga negara yang lumayan bodoh, gue sadar dan ngerti kalau nggak semua dosen dan guru bisa beradaptasi dengan keadaan di tengah pandemi ini.

Tapi paling nggak, jadilah pengajar yang mengajari dengan baik, bukan yang tiba-tiba datang dan ngasih tugas. At least jelasin dulu, dan pengertianlah. Gue nggak mau berantem ataupun jelekin siapapun.

Tapi terlalu banyak oknum dosen yang seperti ini, walaupun nggak menutup kemungkinan ada ribuan oknum dosen yang baik hati terhadap peserta didiknya, termasuk DPA gue misalnya, ataupun dosen fotografi gue tercinta. Yes.

Sekali lagi, nggak semua dosen dan guru nyebelin, terlebih dosen yang mau ngajarin. Kalau dosen yang hanya hadir dan lalu ngasih tugas, gimana? Ya bisa lo jabarin sendiri.

Satu contoh di atas, ya begitulah. Universitas gue juga gitu, perihal presensi diketati tapi WEBSITE MEREKA BOBROK!!!! Iya gue ngomong gini, kenapa? Gue udah muak setiap gue mau masuk nggak bisa. Gue mau cek e-learning, galat dan maintenance—yes, gue tau lo nggak siap dan dari dulu nggak pernah siap nerima banyaknya request user ke database lo itu.

Tapi paling nggak, nggak usah perketat presensi. Gue udah presensi tapi tetep nggak ke-record, yah well gue emang bodoh, useless, dan bukan mahasiswa yang baik, fine.

Gue nggak habis pikir kenapa orang-orang yang udah berkursi itu kerap kali tetap tidak mau tahu apa yang terjadi di bawah. Hei, look at us! Kesusahan di tengah pandemi ini.

Dan yang bergaji bulanan dengan gampangnya ngomong "di rumah aja," fak, entahlah bodoamat gue. Yes, gue masih di rumah aja dengan melakukan penghormatan sekaligus gue masih mau selamet. Tapi orang-orang yang berpenghasilan harian gimana bos? Pemerintah pun sampai sekarang ngasih bantuan masih serampangan dari atas baik, tapi ke bawahnya? Yabegitulah saling sikut sana sini.

Gue nggak nyalahin sebenernya, ini cuman uneg-uneg gue aja. Gue nggak tau lagi dan marah sama siapa, entahlah. Gue minta maaf kalau tulisan gue menyinggung berbagai pihak. Sorry.

Tapi gue hanya pengen lo semua tau, kalau tiap orang punya masalah sendiri dan problem pribadi. Gue udah mencoba mengerti ke semua orang, tapi selayaknya manusia, pengertian bisa habis. Nggak ada yang salah, nggak ada yang kalah, nggak ada yang benar dan dibenarkan dalam masa pandemi ini. Semua sedang gelap mata, gue bisa termasuk. Jadi maaf.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##