Seperti halnya lebaran yang sudah-sudah, bedanya tahun ini harus berjarak. Gue hampir nggak keluar rumah sama sekali, dan nggak ke tetangga, walaupun saudara masih ngumpul di rumah. Paling ngobrol doang, santai, dan beragam hal yang terjadi kita obrolin bareng-bareng. Rasanya kangen suasana lebaran yang bisa bebas.
Nyatanya nggak bisa, pandemi ini membuat semuanya terasa jauh lebih berjarak, namun juga terasa dekat. Kadang apa yang terasa jauh bukan berarti harus jauh dalam arti kata sebenarnya; malah bisa sangat dekat bila dirasa. Dan apa yang terasa dekat ternyata selama ini seolah menjauh, karena kita sibuk mendekatkan yang jauh.
Hah, apaan sih gue. Ya, selamat lebaran semuanya. Sehat selalu ya. Pandemi masih panjang, entah kapan akan berakhir. Katanya sih kalau udah 100.000 kasus mau giveaway. Eh, jangan sampe deh.