Untuk Sementara Waktu, Selamat Tinggal Twitter.

Gue rasa sekarang waktu yang tepat untuk rehat sejenak dari sosial media, ya gue bakalan nyoba mencari pelarian lain, termasuk nulis lagi. Hope this will make me better right?

Entah kenapa gue ngerasa hopeless semenjak pandemi ini menghantam semua nya, baik ekonomi gue, keluarga gue, rasa campur aduk marah dan kecewa entah kepada siapa, mungkin gue kecewa ke diri gue pribadi, kenapa gue nggak bisa jadi kayak anak-anak lain yang masih mempunyai harapan, optimis bahwa pandemi ini segera berakhir dan berlalu hingga new normal terjadi.

Tapi gue nggak, gue bahkan sedang menyiapkan skenario terburuk bagi diri gue, gue mau bertahan dan mencoba nggak down lagi, bila memang ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Gue tau gue mungkin nggak akan sanggup, sebulan lebih aja mood gue nggak karuan, down banget dan semangat gue tambah ilang, udah nggak pernah semangat menjalani hari, kini gue tambah nggak semangatnya double. 

Bahkan tugas gue entah bagaimana kabarnya, dosen gue mungkin heran ada satu mahasiswanya yang seringkali absen dan hilang entah kemana, ya itu gue. :) dari awal pandemi ini gue sama sekali nggak melakukan tugas gue sebagai mahasiswa, yaitu belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan dosen.

Tapi dosen gue nggak semuanya ngejalanin tugas mereka sebagai pengajar, yang gue tau mereka cuman lempar tugas dan udah gitu aja, so 1:1 right? Setali tiga uang, gue dan dosen gue so impas. Sama-sama salah, tapi gue salahnya dua kali, dosen gue tetep dibayar pemerintah baik ngajar ataupun nggak, sedangkan gue masih bayar UKT tapi nyia-nyiain keadaan.

Gue mencoba bertahan ditengah pandemi ini, gue mencoba tetap waras, gue nyoba banyak hal tapi nyatanya still hopeless. Akhirnya gue mutusin hari ini buat nggak main sosmed lagi, buat gue paling nggak berhenti sejenak melihat temen-temen gue yang masih bergembira ditengah pandemi, melihat temen-temen yang masih bandel mondar-mandir sana sini, melihat temen gue masih ada yang pacaran dan bikin video berdua, melihat mereka yang masih nggak mengindahkan himbauan pemerintah dan bilang 'Hidup dan mati ditangan Tuhan' gue udah muak dengan apa yang gue liat di sosial media, so gue merasa ini waktu yang tepat untuk berhenti.

So bye Twitter, my second home, my place, my everything there.
Bye Instagram for everything what u done to me. Hahaa

Paling nggak gue masih bisa update sesuatu disini, ya walaupun gue tau pembaca gue udah nggak ada, tapi paling nggak tulisan berantakan dan absurd ini gonna be something that make me fell better. Dan gue harap, dengan nulis cerita sampah tiap hari, bisa menjadi terapi gue, untuk tetap waras, gue udah muak dengan tidur dan ngobrol dengan tembok, membayangkan gue ngobrol sama seseorang padahal nggak.

So thanks, bye.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##