I Wanna a Tweet

"I need a tweet, haha gotta gotta tweet right now. Jadi bagian hidupku, tersiksa ku tanpanya."
Twitter udah jadi platform yang beda. Dulu gue ngerasa kalau apapun yang gue rasain harus gue tweet. Gue segila itu dulu sama Twitter, seolah-olah semuanya yang ada harus gue tweet. Memang microblog satu ini menjadi primadona di masanya, di era 2013 dulu hingga beberapa tahun setelahnya. Sayang sekarang semuanya seolah hanya berisikan perdebatan dan saling beda pendapat serta argumen. Salah dikit bisa jadi perang di kolom reply, serasa nggak nyaman untuk Twitteran.

Entah apa yang membuatnya beda, mungkin karena yang mengakses kian banyak. Dulu dapet ratusan favorite dengan tanda bintang dan retweet beserta mention dengan RT itu adalah hal keren, sekarang nggak lagi. Lo bikin thread, asalkan cerita lo menarik, jangankan ratusan ribu, hingga puluhan ribu love dan retweet pun bisa lo dapet dengan mudah.

Memang bukan masanya lagi hal-hal menyenangkan yang gue inget, tapi Twitter sekarang menjadi platform baru bagi tiap orang yang baru bergabung atau baru merasakan serunya ngetweet.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##