Gue ada diposisi yang entah bagaimana merasa butuh teman, atau pendengar disaat gue pengen ngobrol, disaat gue pengen ada yang dengerin, atau paling nggak temen ngobrol yang asyik, kalaupun ada sahabat gue, gue tau mereka pasti sibuk dengan urusan hidupnya masing-masing, dan gue nggak ada hak buat minta waktu mereka, untuk mendengar ragam ocehan ga berguna gue. Kadang gue mencari pelarian-pelarian baru, bertemu orang baru, kenal orang baru, lewat discord misalnya, dengan bertukar cerita kadang gue lega, kadang juga gue dapet insight baru, pengetahuan baru, atau pengertian baru diluar apa yang gue udah tau, rasanya seneng, rasanya bahagia, tapi disisi lain rasanya sepi, gue kehilangan banyak hal ternyata dalam hidup, salah satunya ya bersosialisasi atau teman, gue terlalu nyaman dengan zona gue, apalagi setelah waktu itu.
Setelah gue merasa bahwa care ke orang itu gabaik, setelah gue merasa, gue ditusuk dari belakang, setelah gue merasa gue mengecewakan banyak orang, dan dikecewakan banyak orang, lantas membuat gue cukup egois dan kembali menutup diri, menolak banyak orang, menjauh dari kerumunan, ingin menjadi beda karena memang terbiasa beda, entah kenapa susah mengamini apa yang orang lain sedang bicarakan atau suka terhadap sesuatu, tapi gak membuat gue langsung disagree atau menolak langsung, gue belajar untuk setuju dan tidak setuju pada apapun itu, dan gue harus siap dengan konsekuensinya.
Rasanya memang aneh, apalaig semenjak itu, gue jadi susah percaya lagi. Banyak hal yang membuat gue trauma sebenernya, kepercayaan membuat gue bingung, harus menaruh kesiapa, untuk bercerita untuk mendengar cerita gue siapa yang bisa dipercaya, selain gue sendiri? Atau bayangan gue, bahkan gue kadang gatau, gue sempat hilang untuk sesaat, gue tau gue ga sereligius itu, jadi gue ga ada alsan untuk cerita ke yang diatas, walaupun gue tau, he know all of my story better right? He so kind, for always forgive me.
Sebenernya gue pengen keluar dari ketakutan yang gue buat sendiri, gue berkali-kali merasa harus keluar dari masalalu dan hidup dengan asa baru, sayangnya semakin gue berasa, semakin gue rusak. Pikiran gue udah kacau kemana-mana, gue gabisa fokus, gue selalu mengingat apa yang telah lalu, pola tidur gue memang udah berantakan dari dulu, tapi gapernah segaenak ini, gue ngerasa gue gatau lagi, otak gue penuh dengan banyak hal, bahkan gue kerap kali pusing gak karuan, beneran pusing ya bukan lagi mikirin sesuatu, yah gue tau gue gak bisa diagnosis apa yang lagi gue alamin.
Gue mencoba untuk selalu terlihat baik-baik saja di depan siapapun itu, gue gamau dan terlalu bersikeras untuk itu, padahal gue bisa jujur aja kalau gue emang lagi ga baik-baik aja, tapi apakah mereka peduli? Rasanya nggak, apapun itu banyak orang berfikiran dunia ini kompetisi berjalan, padahal bukan, tapi baig sebagian orang yang merasa dunia adalah kompetisi apapun kondisi lawan atau seseorang, ga jadi alasan untuk berhenti berjuang, jadi gue harus maklum kalau banyak orang juga akan bilang 'Semangat dong, gausah lesu' atau 'Kok lo ga ada semangat hidup si, ayolah lebih semangat lagi' dan banyak hal yang akan terjadi ketika gue cerita kalau gue lagi gabaik-baik aja, makanya lebih baik gue jadi orang yang terlihat baik-baik aja karena mereka akan merasa gue baik-baik aja.
Aneh susah? Iyah begitulah. Gue juga sedang memahami kehidupan, nggak mudah ternyata, apa yang gue anggap begini, ternyata begitu. Apa yang gue anggap seperti itu, ternyata seperti ini. Banyak plot twist yang terjadi, dan membuat gue bingung ga karuan. Hidup gapunya rumus pasti, seolah akan selalu sama, dan bisa berekspetasi, karena toh ekspetasi bisa hancur semudah itu, dan gue sekarang gamau lagi tinggi berekspetasi, hanya yakin dengan apa yang gue yakini, namun mencoba realistis.
Karena idealis ga selalu memungkinkan, ada kalanya tetap realistis untuk bisa idealis. Banyak hal yang terjadi dalam hidup, harus gue terima, termasuk gue gapunya teman untuk cerita pada saat-saat tertentu, saat gue pengen banget cerita, saat kepala gue udah muak dengan semua yang ada, pengen banget sedih, tapi gue tahan, hahaha.
Bisa gila rasanya, karena lo gabisa bilang kalo lagi gabaik-baik aja. Gue pernah merasa sembuh, pernah merasa gue udah bisa berjalan lepas, 2015 itu gue rasa gue udah bisa bediri dan menata ulang apa yang gue tinggalkan, ternyata gak bertahan lama, 2017 gue jatuh lagi, dan sampai sekarang setelah bertahun-tahun lamanya, gue belum bisa bangkit lagi, mungkin rasanya gue berdiri lagi dan berlari. Tapi lari gue disitu-situ aja, berputar pada roda yang sama, gak pernah berpindah tempat, gue berdiam diri dan lelah dengan waktu. Hingga akhirnya suatu saat entah kapan, gue bisa berlari dan bener-bener berpindah tempat, bener-bener berubah, ga gini-gini aja. Bosen.