Jangan putus asa, jangan takut dengan apa yang ada di depan, hadapi dan jangan lari.
Gue inget ada yang pernah berkata seperti itu, oh lupa ternyata kata gue sendiri, dan sekarang? Naasnya seperti bumerang perkataan tersebut menyerang gue. Gue sedang ketakutan, gue sedang dilanda kecemasan hebat, hati gue gak tenang dan pikiran gue ga ada habisnya memikirkan apa hal yang sebenarnya belum tentu dan belum pasti terjadi.
Naasnya gue terlalu memikirkan sesuatu, sampai ketika gue nulis ini gue rasa gue udah drop, kepala gue pusing gak karuan sejak pagi. Gue pusing, rasanya gaenak semua badan. Brengsek memang, tapi apa yang bisa gue lakukan jika gak ada yang bisa gue bagi, gak ada satupun yang bisa ngerti selain mencurahkan isi pikiran gue disini, nulis gak tau arah dan mencoba mengobati serta berharap ini terapi yang baik untuk menghadapi kepanikan dari ketakutan yang gue alami.
Karena nggak bakalan ada yang bisa ngerti, gak bakalan mungkin ada orang yang mau bertanya bagaimana kabarmu sebenarnya, dan realitas gak pernah baik terhadap orang yang sedang jatuh tertimpa musibah berkali-kali, tertimpa ragam masalah yang gak pernah berhenti atas ketololannya sendiri.