Opsi?

 Terkadang lucu banget, kita seolah bisa memaksakan apa yang jadi pilihan dan keinginan kita ke seseorang, padahal dalam kenyataanya gak semuanya bisa semau kita kan? Gue percaya tiap-tiap orang pasti akan sulit apabila dihadapkan dengan pilihan begitupun gue, untuk menghindari pilihan terkadang gue jadi orang yang menentukan pilihan dan orang yang memberikan opsi pilihan biar yang lain yang menentukan, gue? Ikut suara terbanyak.

Hal ini mulai gue lakuin cukup lama, udah bertahun-tahun dan intens gue lakuin semenjak kuliah di semester tiga, ketiga gue mutusin buat stay behind, dan gak terlalu mau ikut campur banyak ternyata pun percuma gue cuma lari, gue cuma mengalihkan hal tersebut ke hal lain, kadang gue suka menjelaskan sesuatu untuk ngeliat progress dan pemikiran seseorang, misal gue kasih dua pilihan atau opsi yang satu seperti yang biasanya, kedua tantangan.

Gue pribadi ga ada masalah dengan keduanya, gue ok dengan seperti yang biasanya, gue juga oke dengan tantangan, tapi sebelum gue mutusin gue akan lempar kedua opsi ini ke orang lain melihat seberapa jauh pandangan mereka, dan kebanyakan akan melewatkan tantangan, karena merasa jauh lebih baik bertahan di zona aman, zona nyaman, dan seperti biasanya aja, biar tidak terlalu beda.

Padahal jadi beda sedikit itu lebih baik daripada sama, kenapa? Karena dengan menjadi beda, kita akan tau apa yang kita tuju, kita tau apa yang kita mau, kalau salah? Kita tau kenapa kita salah, tapi kalau kita jadi seseorang yang sama alias selalu melihat hal yang sama, porsi yang sama, semua jadi abu-abu dan membuat kita bingung menentukan arah, mau kemana? Mau yang mana? Apakah semua? Gak juga, ada yang bisa mengartikan ada yang kurang bisa mengartikan, lantas terjebak dalam pemikirannya sendiri.

Gue memang terkadang hadir dengan ide-ide baru, hadir dengan melihat apa yang sudah orang lain lakukan lalu mencoba lakukan tapi dengan cara yang berbeda, terlihat sama tapi beda. Dengan semua opsi yang ada, memang nyatanya banyak yang memilih untuk tetap sama, karena menjadi berbeda masih belum terbiasa.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##