I Can't Believe What I Do.

Jogja 2019

Ada yang bilang hidup selayaknya secangkir kopi, begitu panas saat pertama kali dituangkan, begitu juga masa-masa muda yang berapi-api dan membara, tapi ia akan larut seiring waktu, dan begitu nikmat kemudian, sama seperti kopi yang akan terasa nikmat ketika ampas nya sudah jatuh kebawah, dan rasa dari kopi dapat dinikmati.

Tapi apakah hidup se-simple itu? Apa layaknya kopi yang panas lalu dingin kemudian semua terasa baik-baik saja? Karena selama ini, menurut gue pahitnya kopi yang seringkali disamakan dengan getir kehidupan, begitu melelahkan untuk dirasa, walaupun ada manis yang menyusul setelahnya.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##