Katakan Awal Semula

Gue gatau bagaimana kesedihan yang gue alami terbalut dalam kebingungan yang gue buat sendiri, bagaimana ego gue mementingkan pemikiran yang gue anggap mungkin terbaik, rasanya penuh sesak dengan ragam ekspetasi yang gue buat, pagi tadi gue gak bisa tidur sama sekali, mencoba terpejam sesaat, walaupun akhirnya terbangun untuk sahur juga, gue capek banget, entah memang rasanya sudah seharusnya gue beristirahat dari pemikiran berat.

Melewati perkuliahan hari ini dengan begitu saja, gak ada yang ingin gue ceritakan, rasanya gue pun muak dengan rutinitas gue, di rumah dengan semua tekanan yang bagi gue berat. Gue bingung, bagaimana bisa gue masih bertahan, pada posisi ini. Pada kebingungan ini.

Tadi beberapa waktu lalu, Om gue ngabarin, gue sempet ketiduran karena capek. Setelah seharian di depan laptop tentunya, gue bergegas kesana, dan yang dibicarakan itu lagi, gue mencoba menjelaskan mencoba bertukar pikiran, gue hanya bisa terisak menahan sedih yang tak tau bagaimana menahan laju air mata, bagaimana caranya kuat disaat-saat seperti ini. Lelah namun harus tetap berdiri, letih namun harus tetap terlihat baik-baik saja  menjalani hari, ntahlah rasanya tak begitu menyenangkan, gue mulai menulis sesuatu, ingin berkata sesuatu kepada seseorang. Berharap terbalas. Berharap ada titik terang, agar semua carut marut ini tak berterus-terusan.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##