Selamat Tinggal Ramadan

Maaf untuk semua orang yang mungkin gue lukai dengan tidak sengaja, entah karena perlakuan ataupun lisan, baik yang langsung maupun tidak.

Minggu-minggu terakhir ramadan, minggu yang berat untuk gue pribadi. Efek domino yang gue takutkan terjadi, gue memang takut akan hal ini, jujur gak tau lagi harus seperti apa menanggapi. Tapi seperti halnya permasalahan dalam hidup rasanya semua orang punya jalan masing-masing dan pengorbanannya, ada yang harus bermasalah dengan hal satu dan lain sebagainya, berbeda-beda. Hanya harus saling mengerti saja mungkin.

Seperti halnya yang terjadi sekarang, gue mencoba menghela nafas, mencoba mencari pelarian kecil ditengah semua yang meminta untuk dilakukan, dari organisasi, tugas kuliah, keluarga, permasalahan pribadi hingga apapun yang terjadi, gue mencoba tetap berdiri lagi walaupun harus terjatuh berulang kali.

Lelah sudah pasti, terkadang bingung harus memposisikan diri seperti apa ditengah kemelut badai yang tak kunjung reda, ramadan kali ini memang begitu beda, beda semuanya. Maaf untuk semua orang yang mungkin gue lukai dengan tidak sengaja, entah karena perlakuan ataupun lisan, baik yang langsung maupun tidak, gue tidak membenarkan perlakuan gue yang mungkin tidak baik disaat-saat yang tidak baik pula bagi gue saat ini.

Masih belajar menjadi manusia, untuk dapat beradaptasi dan melihat sekitar. Bahwa sebesar apapun masalah yang mendera, orang lain tidak akan pernah tau apa yang terjadi selama kita tidak bercerita, pasang muka tetap bahagia, tetap tertawa dan tersenyum ditengah apapun yang terjadi, walaupun seringkali ada yang bilang, semua orang sedang berlomba-lomba menjadi yang paling bahagia di dunia, dan yang paling sengsara hidupnya, gue kemungkinan termasuk disalah satunya.

Merasa dunia berputar saat ini, mengelilingi gue dengan permasalahan yang terjadi namun biarkan gue sejenak mengasihani diri yang tak tau harus bagaimana ini, dengan rasa syukur masih dapat tetap berdiri ditengah permasalahan yang mendera, maaf apabila gue merepotkan banyak orang di tahun-tahun yang berat ini, terlebih bagi teman-teman yang gue tinggalkan disaat mungkin membutuhkan bantuan.

Ingin rasanya bercerita tentang beberapa minggu ini, tentang semua keresahan tapi nyatanya semua yang terjadi begitu sulit diucapkan, begitu sukar dituliskan, sudah habis kata untuk menggambarkan bagaimana keresahan, pun siapa yang ingin membaca keluh kesah pemuda absurd yang tak tau arah tujuan.

Selamat tinggal ramadan, untuk tahun ini yang penuh tantangan, terima kasih. Maaf belum bisa menjadi pribadi yang taat, selamat lebaran semuanya, mohon maaf lahir dan batin.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##