Datang, Singgah, Pergi dan Menghilang!

Semua orang yang kita temui dalam hidup baik temen, keluarga, gebetan, pacar yang kemungkinan jadi mantan? Rekan kerja, sahabat, ya siapapun deh. Intinya semua orang. Pasti akan selalu ada masanya, gue gak bisa nyebut itu Expiration date atau hal yang mungkin sooner or later will happens, tapi gue yakin kalau semua orang ada masanya.

Termasuk gue, dan beberapa waktu belakang gue semakin sadar kalau kemungkinan besar gue bahkan udah gak di inget oleh 70-80% Orang yang pernah ketemu gue baik langsung, sekedar kenalan online, temen akrab dulunya? Temen sekolah, ya yang gue pikir mungkin aja gue udah gak ada di memori mereka kalau, ada kalaunya ya, kalau mereka gak mencoba mengingat gue siapa.

Gak semua orang loh, harus terus mengingat nama orang beserta cerita dan kejadian apa yang pernah dialami bareng, karena tentu kita ketemu orang selalu silih berganti dalam masa-masa pendewasaan, bisa puluhan sampe ratusan, apalagi yang suka bersosialisasi dan koneksinya gila-gilaan. Itu luar biasa sih kalau bisa nginget temen SD nya, masih bisa nyapa dan berhubungan baik dengan temen SMP/SMA nya?

Gue aja hampir lupa nama sebagian nama guru gue dari SD-SMK. Bukannya gue gak mau nginget, hanya saja jelas otak gue tentu perlu ruang lebih untuk hal lain dan membuat gue melupakan hal yang mungkin bagi otak gue ini gak harus gue inget terus. Lalu apa sih hubungannya? Ya ada.

Kalau sebenernya semua orang yang kita temui akan datang, singgah, pergi dan menghilang. Baik lo yang dateng duluan, mereka yang dateng duluan, kenalan dan akrab, sering ngobrol bareng, atau apapun deh. Akan ada masanya dimana itu ternyata hanya persinggahan. Semua yang terjadi sesaat aja, karena pada akhirnya baik lo dulu yang pergi dan menghilang atau mereka yang pergi dan menghilang.

Seperti film salawaku yang pernah gue tonton, ada qoute menarik yaitu;

Hidup itu cuman tentang meninggalkan dan ditinggalkan

Salawaku – 2016

Dulu gue pikir ada benernya, sampai hal itu kejadian di tahun ini dan gue ngerasain hal yang kurang lebih sama. Kita akan selalu dihadapkan pilihan-pilihan sulit yang membuat kita harus cepat memutuskan apakah benar kita yang harus meninggalkan sesuatu untuk terus berjalan walau tentu menyisakan luka. Atau kita yang harus rela ditinggalkan dan lantas terpuruk dan merasakan sakit yang tak berkesudahan.

Iya, gue ngomongin perihal hubungan tapi juga bisa berlaku untuk mereka yang ditinggalkan karena kematian, seperti gue yang ditinggalkan adik dan kakek gue tahun lalu, rasanya tentu sesak dan gak nyangka tapi gue juga waktu itu ada pilihan dan gue memilih meninggalkan mereka ketika mereka butuh karena terpaksa karena hal-hal lain yang memaksa gue, dan gue gak mampu untuk merelakan hal itu hingga gue harus kehilangan hal yang sebenarnya paling berharga dalam hidup gue.

Jadi kayaknya gak salah kan kalau gue bilang, semua orang hanya akan datang, singgah, pergi dan menghilang. Berlaku untuk kita dan mereka yang melakukannya, gue orang yang gak selalu siap dengan kehilangan sejak dulu tapi sekarang gue mencoba untuk mengerti kalau gak semuanya harus dipertahanin dan gak semuanya harus diperjuangkan, termasuk pertemanan dan hubungan.

Karena pada akhirnya semua hanya berujung pada persinggahan sesaat, gue di dunia ini, lo juga, semuanya. Sementara, gak ada yang selamanya. Gue tadi nulis gini karena keinget kalau ternyata beberapa tahun kebelakang lingkup pertemanan gue semakin mengecil dengan sendirinya, dengan ngerasa kalau ya mereka datang karena ada butuhnya aja.

Tapi itu gak salah, toh pada akhirnya kita butuh simbiosis mutualisme kan? Kecuali salah satunya ya ngerugiin lo kek mereka datang ke lo pas butuh eh pas lo dateng mereka ga welcome? Ya itu nasib sih, gue juga gak tau dan belum bisa mecahin masalah itu kalau ada temen yang dateng gue harus apa, ya selama ini gue welcome aja sih.

Kalau lo gimana? Setuju gak sama persepsi gue ini, haha dahlah.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##