Hi There?

Hai, apa kabar? Gue harap lo semua baik-baik aja. Gak kayak gue yang mungkin terlalu pengecut untuk mengakui gue lagi gak baik-baik aja. Kalau ditanya apa kabar? Jawaban yang terlontar dari gue akan sangat klise, yaitu; lumayan. Kata yang sebenarnya menggambarkan keadaan yang gak terlalu bagus tapi juga ga terlalu buruk.

Gue pun gak yakin, tulisan ini masih ada yang baca, atau lo semua masih nongkrongin blog yang udah mati ini, seperti gue yang udah gak tau mau ngapain lagi setelah rangkaian kejadian yang menimpa gue setahun terakhir. Gue ngerasa kehilangan arah, bingung mencari alasan bagaimana cara tersenyum tanpa menyembunyikan luka yang entah kapan sembuhnya, bahkan gue gak yakin bisa nulis seperti dulu lagi, dan apakah menulis masih menjadi hal yang gue sukai.

Anehnya bagi mahasiswa bodoh satu ini, ia tak kunjung beranjak dewasa hanya berlari dari satu masalah lain ke masalah lainnya, seperti sebelum-sebelumnya gue masih mencari jawaban dari semua pencarian bodoh yang masih gue lakukan, sebagai mahasiswa perfilman semester akhir. Rasanya menyedihkan, melihat adik tingkat jauh lebih semangat dalam berkarya, seakan tak ada letih yang menghampiri. Sedangkan gue yang makin tertinggal ini, melihat semua berjalan begitu cepat, hanya bisa merenung dan menyalahkan diri sendiri atas segala keputusan konyol yang diambil, gue paham kalau setiap orang ditakdirkan berbeda dengan jalan yang telah ditentukan, rintangan dan kesulitan yang menghadang pun takkan mungkin sama.

Tapi dalam kasus gue sekarang, rasanya semua sama saja. Berputar-putar tanpa ada penutup yang bisa membuat gue tenang, sekarang aja gue gak yakin dengan apa yang gue lakukan, bahkan untuk menulis ini pun gue berhenti berkali-kali dan kehilangan akal, memikirkan apa yang sedang gue lakukan, ngapain gue di Jakarta sekarang, dan kenapa gue nulis ini di jam satu malam, sedangkan gue tau jam enam gue harus ngerjain tugas magang dan nyelesain laporan yang harus gue kirim sore nanti.

Menyedihkan memang, mengasihani diri sendiri dengan tersenyum kecil sembari mengingat betapa bodohnya diri ini. Menghindari semua masalah yang sedang dialami dengan hal-hal yang sebenarnya gak terlalu bagus juga. Sejujurnya kabar gue lagi gak baik-baik aja, seperti puzzle yang lepas dan entah bagaimana ia harus disatukan kembali, gue semenyedihikan itu. Kehilangan orang-orang terdekat dalam setahun terakhir membuat gue berpikir, apa yang terjadi apa yang harus gue lakukan sekarang?

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##