Gue belajar banyak hal salah satunya tentang aksi, kalau kita punya bakat kita punya kemampuan tapi minim aksi nyata? Ya kita gak bakalan tau seberapa sih kemampuan kita, atau sejauh mana sebenarnya kita bisa melangkah. Bukan termakan motivasi diri sendiri tapi lupa beraksi.
Percaya atau nggak ternyata banyak diluar sana yang sukses dari kemauan bukan bakat, dari keinginan dan niat bukan bakat, dari kerja keras bukan bakat, dan gue masih aja membingungkan bakat gue apa? Gue harus gimana untuk bertahan di dunia yang tentu akan tambah rumit nantinya.
Sudah tujuh tahun lamanya sejak gue berniat untuk jadi Youtuber dulu ya, dulu. 2013 Waktu itu gue kepikiran buat konten tips main Winning Eleven 9 karena gue seneng banget main WE9 dan gimana cara mod pemain, gimana bikin formasi yang bagus buat master league tapi apa yang gue lakukan di umur gue yang menginjak 13 tahun? Gue menepi, gue takut, dan gue membuat alasan-alasan lagi.
Gak punya koneksi internet, rumah gue di desa, gue siapa, takut dihina, takut ini-takut itu? Dan berlanjut di tahun-tahun selanjutnya, gue cuman punya ide, gue cuman punya keinginan tapi minim aksi dan pelaksanaan? Yang terjadi hingga kini? Tentu penyesalan, ini hal yang masih menghantui gue sampai saat ini, apa kalau waktu itu gue mulai dulu tanpa mikir harus bagus, tanpa mikir harus ini dan itu, pokoknya jalan, gue pasti udah belajar banyak.
Tapi gue memilih untuk menunda, 2014 pengen bikin sketsa komedi? Gak gue bikin, karena tahun itu gue patah hati haha karena tahun itu gue kehilangan semangat, gue nerusin nulis di blog, dan berujung jadi buku pertama. Apakah hasil dari buku pertama gue bagus? Ya tentu jelek, dan gue mengakui. Kalau bagus pasti gak terbit di penerbit indie, tapi penerbit mayor.
Ngomongin nulispun juga sama, gue punya satu naskah IRISH. Terinspirasi dari lagunya Go Go Dolls, naskah itu mulai gue tulis dari 2015 dan waktupun berlalu sampai saat ini? Naskah itu masih tersimpan rapi dan stuck di bab 4. Hanya karena gue udah nyerah, ngeliat banyak wattpad yang saat itu ditahun itu 2015-2016 banyak penulis yang berumur masih muda, udah nerbitin buku dan best seller. Gue minder.
Lanjut ke tahun 2017, gue mulai semangat lagi bikin karya ngajak temen gue buat bikin video tanya-tanya orang di Sekolah dan sekitaran taman di Banyuwangi. Apakah berlanjut? Tentu tidak, hanya karena kamera temen gue waktu itu rusak, gue gak jadi lanjut. Gak jadi bikin video.
Sampai gue masuk ke Jurusan yang bahas tentang Video, jurusan gue sekarang Televisi dan Film. Apakah gue juga gagal mewujudkan apa yang gue mau? Yeps. Semester 1-3 gue aktif ngajakin temen-temen buat bikin video semacam asumsi dan opini tapi dikemas jadi semi dokumenter berita. Apakah berjalan? Tentu tidak, temen-temen gue waktu itu fokus ke fotografi, gue juga sempet ngajak buat bikin series, audio drama dan lain sebagainya apakah berjalan? Tentu tidak karena kesibukan masing-masing. Dan gue yang gak berani memulai sendiri.
Terakhir kemarin nih, gue mau bikin sesuatu sama temen gue di Jogja. Video tentang fenomena angkringan Jogja? Apakah berjalan ya berjalan, tapi apakah selesai videonya? Tentu tidak, karena hujan, karena temen gue dikejar deadline, karena gue masih nyari magang pada saat itu. Dan alasan gue untuk kesekian kali bilang ke diri sendiri mungkin waktu ga memihak gue nih, mungkin gue emang belum jalannya bikin karya.
Padahal itu semua hanya alasan-alasan yang gue buat untuk menutupi kecewa. Tahun berlalu, waktu berjalan cepat. Gue masih disitu-situ aja. Gak berkembang, gak melangkah maju. Gue merasa gue adalah marmut yang berjalan dalam roda kecil dan dikelilingi kaca. Gue gak bisa keluar dari situ, gue seolah berlari jauh padahal gue disitu-situ aja.
Ya, gue punya mau, niat, keinginan, mimpi. Tapi gue minim bakat, usaha, dan kemauan yang tinggi untuk memulai tanpa bantuan, untuk memulai dengan apa yang gue punya, karena satu faktor lain? Gue gak percaya diri dengan diri gue sendiri.
Gue ngerasa kalau gue gak bisa, dan belum bisa untuk mewujudkan apa yang gue inginkan, dan gue harap di tahun ini gue bisa ngewujudin salah satu yang gue inginkan. Kembali menulis, makanya gue sekarang nulis apa aja, asalkan gue terus nulis, gue nyari mood untuk nulis, gue harus ngalahin mood gue, dan gue harus nulis. Untuk apa? Untuk mulai aja dulu, tanpa mikirin harus bikin karya dulu, baru nulis. Tanpa mikirin, harus nulis cerita pendek, bikin puisi. Gak gue mau nulis kayak dulu lagi, memulai apa yang sempat gue mulai dan tinggalkan sesaat dengan kembali mencoba nyari jati diri? Gue ngerasa beberapa tahun ini gue menghilang, gue krisis identitas, gue gak tau harus gimana.
Balik lagi ke Aksi, ya ternyata semua orang yang punya aksi nyata tanpa mikir kedepannya gimana banyak yang berujung berhasil mewujudkan apa yang dia mau, memang ada beberapa yang masih berjuang tapi setidaknya mereka nyoba, gak diem aja. Gak kayak gue yang menunda-nunda.
Daripada ribetin privilage lah, ribetin oh dia anak orang kaya bisa makanya bikin ini itu, oh dia waktu luangnya banyak makanya mampu kek gitu, oh dia ini oh dia itu. Stop, mending lo coba apa yang lo pengen, apa yang lo mau dari mulai aja dulu, kayak gue sekarang, coba mulai lagi dari ngenalin diri gue lagi, apakah gue masih cocok nulis? Ataukah gue masih pengen bikin karya video? Gue gak tau yang jelas kali ini gue coba untuk nulis.