Running out time, atau kehabisan waktu. Hah entah bagaimana menggambarkanya, bodohnya gue yang kehabisan waktu untuk banyak hal yang terjadi dalam hidup termasuk kepergian Adik gue. Belum cukup, dua minggu berselang kakek gue ikut pergi juga untuk selama-lamanya, padahal waktu itu gue udah berusaha, tapi mungkin usaha gue kurang keras, gue gagal dalam menyelamatkan hal yang paling penting dalam hidup gue, yaitu keluarga.
Sebagai anak pertama yang bahkan lebih sering mikirin hal-hal lain, tentu gue merasa begitu sangat kehilangan karena gue sadar dua mimpi gue harus ikut lenyap, belum sempat membahagiakan keduanya, belum sempat membuat bangga keduanya, gue harus kehilangan waktu, kehabisan waktu untuk meluangkan lebih banyak waktu yang gue punya untuk keduanya.
Dan ketika keduanya pergi, gue lagi gak di rumah, gue lagi syuting, gue lagi kuliah, membuat rasanya gak karuan, rasa yang gak pernah gue rasain sebelumnya, bahkan gue gak bisa nangis, gue gak sempat berduka. Gue tau gue gak akan pernah bisa menang melawan waktu, dan gue ngerti waktu jauh lebih cepat daripada gue.
Dan gue sadar kalau semua hal yang ada di dunia ini terbatas oleh waktu, tapi gue nggak nyangka kalau gue bakalan kehabisan waktu secepat ini. Jadi buat lo semua yang sedang atau masih mempunyai cukup waktu bagi keluarga, stay as long as you can, karena lo gak bakalan tau kapan lo akan kehabisan waktu, jangan kayak gue yang menyesal karena dalam hidupnya lebih sering menghabiskan waktu untuk diri sendiri dan orang lain daripada waktu untuk keluarga.