Kembali dan Berpulang

Pulang, sebuah kata sarat makna. Mungkin bagi kebanyakan dari kita menganggap kata Pulang seolah hanya sebuah kata yang menandakan dan berarti mendeskripsikan sebuah kalimat bahwa ya Pulang yang dimaksud adalah ke tujuan yang kita semua tau, rumah, persinggahan, atau malah 'Pulang' yang bermaksud telah meninggalkan dunia.

Pulang untuk selama-lamanya.

Naasnya, kata pulang masih menjadi sebuah misteri dalam hidup gue yang menyebalkan ini. Bagaimana tidak, kalaupun ngomong perihal pulang ke rumah bagi gue saat ini rumah pun juga bukan jawaban dari arti kata pulang, gue juga gak tau sejak kapan. Pulang bagi gue bukan lagi sekedar kata yang berarti biasa. 

Karena sudah berkali-kali ditinggalkan orang terdekat, gue merasa kini kata Pulang seolah sebuah kata yang sedih, begitupun dengan Kembali. Kembali pulang? Kembali dan Berpulang? Kalau di KBBI sih;

pulang/pu·lang/ v pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke): bila engkau -- ke Semarang?; sudah tengah malam ia belum juga --; -- kepada istri pertama, rujuk dengan istrinya yang pertama;

-- asal 1 kembali ke asalnya; 2 kembali kepada keadaan yang semula;
-- balik 1 pulang dan pergi (dari suatu tempat ke tempat lain dan dari tempat yang dituju itu kembali ke tempat semula); 2 ke sana kemari; hilir mudik; mondar-mandir;

Artinya kurang lebih adalah deskripsi tujuan yang berarti tempat kita berasal dimana itu merujuk atau dikatakan ketika kita sedang keluar, lantas kalau kata ini digunakan untuk merujuk pada seseorang yang telah Berpulang ke yang Maha Esa. Apakah berarti kita selama ini hanya pergi dan berkunjung di Bumi ini?

Berat ya bahasannya, tapi sekarang pulang bukan lagi kata yang sama setelah berkali-kali kehilangan orang dalam waktu yang tak lama.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##