Mulai Aja Dulu

Sebenernya orang-orang ini gila ga sih, umur masih muda dan berani berkarya, berani take their time to shine, dengan ya mulai aja dulu, gak mikir harus oke tapi ‘Let me try this out, fail or not. I guess I’ll check out.‘ Dan berhasil? Karena selain niat, gue rasa orang-orang ini juga punya bakat tapi gak menyia-nyiakan bakat mereka. Dengan terus mencoba, latihan, dan berani untuk unjuk gigi. Gak ngumpet dan meratapi nasibnya, padahal ya lo sendiri yang buat hidup lo kek gini sekarang.

Pas udah bingung arahnya kemana, lo gak tau mau melangkah kemana. Kan aneh ya, masalah dibuat sendiri berharap diselesain orang lain. Ya gak akan ketemu ujungnya. Sama seperti halnya cita-cita semua bisa berubah atau ya masih bertahan sampai tua. Yang ada lo nyesel karena gak dengerin apa kata hati, karena terlalu sibuk memikirkan omongan orang lain yang padahal gak harus banget sih di dengerin, tapi ya mengingat lo hidup di lingkungan yang merasa bahwa lo tuh harus gini, hidup lo tuh harus kesini. Kalo gak pegawai kantoran belum dianggep sukses sama beberapa orang, kalau gak abdi negara, pegawai negeri belum bisa diterima jadi calon menantu yang oke. Atau omongan basi motivator yang selalu bacot di seminar minta lo pursue ur dream entah dengan mengejar cita-cita lo jadi seniman yang hidupnya akan selalu gambling atau motivator banyak bacot yang minta lo jadi pengusaha, padahal gak semua orang bisa dagang dan jadi pengusaha, kalau semua jadi pengusaha terus konsumennya siapa?

Terus yang nulis ini cita-citanya apa dong? Entahlah gue dulu sempet pengen jadi polisi waktu TK ya gak tau, ngeliatnya seneng aja. Pernah tergila-gila sama komputer, seolah-olah pengen jadi Bill Gates hanya karena baca komik tentang Bill Gates ini di sudut perpustakaan sewaktu SD. Sempet juga pengen jago main bola, bulutangkis, basket tapi menjelang SMP. Di depan laptop terlalu menyita waktu, merasa bahwa ya gak aja. Belajar gitar, nulis lirik, tapi waktu ketampar senar yang putus udah pupus tuh, memilih jadi penikmat musik aja, walau kadang suka nyanyi gak tau tempat walau suara di rata-rata.

Ya begitu, tiap kita bertambah usia nyatanya cita-cita bisa berubah, makanya gue kadang salut sama orang-orang yang tau dia mau jadi apa, dia tau tujuannya dia hidup apa. What makes us happy living in life. Gue gak tau sekarang antara mau tetep bercita-cita jadi penulis, jurnalis? Konten Kreator yang hanya nyimpen konsep di dalam hati. Gak tau, yang jelas gue sekarang mencoba menikmati apa yang gue coba jalani, mulai baca-baca lagi, mulai nulis lagi kayak gini. Ya walau gue ngerasain kekosongan, kayak gue gak excited lagi sama sesuatu, rasa penasaran yang mulai hilang. Padahal dulu tuh gue bisa jadi orang yang sepenasaran itu sama sesuatu, maunya belajar hal baru sampe kadang multitasking mengerogoti gue sendiri, karena kebanyakan pegang ini itu sampe bingung maunya apa sebenarnya kok semua mau diembat.

Nah kalo lo semua gimana? Cita-cita masa kecil masih dibawa sampai sekarang atau seiring pendewasaan cita-cita itu juga berubah setiap lo menemukan versi baru dalam hidup yang lo jalani? Jujur gue sampai sekarang masih berusaha, untuk bisa menemukan gue yang sebenarnya. Apa yang gue mau, dan apa yang akan gue lakukan the rest of my life, tanpa harus menyesali apa yang gak sempet gue lakuin di masa ini, saat ini. Karena terlalu banyak penyesalan yang gue rasakan sejak 2014, andai waktu bisa diputar gue mau nampar diri gue di umur empat belas tahun itu, kalau lo harusnya gak kayak gini, lo harusnya sadar bahwa hidup gak hanya tentang pembuktian diri, lebih dari itu lebih dari lari dari patah hati.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##