Mungkin masalah yang gue hadapi gak sebesar apa yang orang lain hadapi, dan gue rasa masalah yang selama ini gue alami common atau udah banyak orang yang ngalamin dan mampu buat ngelewatinnya. Dan tentu gue sadar harus berjuang untuk ngelewatin semua ini, tapi gue terlalu keras dengan diri gue sendiri. Entah bagaimana gue nggak pernah bisa ngasih waktu ke diri gue untuk sejenak bersedih, sejenak menghargai kalo gue bisa jalan sejauh ini dan di titik ini walaupun banyak hal yang terjadi.
Di usia yang gak lagi buat main-main, rasanya hidup gue masih belum beranjak dari masa lalu. Gue merasa terjebak di tahun-tahun itu, 2014 masih menghantui, 2017 sulit untuk gue jalani. 2020-2021 tahun-tahun tersulit dari semua yang pernah terjadi, karena di dua tahun sebelumnya gue masih bisa tertawa, masih bisa menangis dalam diam. Tapi di dua tahun ini gue gak bisa, senyumpun hanya sekedar hiasan. Untuk nangispun gue bahkan ga mampu. Rasanya cuman sakit, cuman sedih aja yang gue rasain tiap hari, tapi gue gak bisa nangis.
Mungkin kalo ada yang baca ini dan tau oh gue cowok, tapi gue kek gini paling akan beranggapan kalau ya gue cengeng dan lemah, tapi gue mau akuin iya. Gue kuat cuman di depan orang banyak, ngeliatin kalau gue gak apa-apa. Tapi menutupi luka dengan senyuman ga merubah keadaan. Gak ada satupun yang berubah.
Gue bahkan kecewa dengan diri gue, kenapa harus seperti ini? Mengecewakan banyak orang lagi dan lagi. Gak sekali dua kali dalam hidup gue membuat orang lain kecewa dengan semua tingkah laku konyol gue nan egois ini. Bagaimana bisa seseorang dalam menjalani hidup bisa sebodoh ini. Mengejar sesuatu yang tak pasti dan melepaskan apa yang selama ini ada dan menemani. Bodoh bukan kata yang tepat, mungkin ada yang lebih dari itu?
Entah bagaimana kesedihan membentuk diri gue menjadi lebih rapuh, tapi juga mencoba menguatkan di satu waktu yang sama. Miris dan agak kecewa, beberapa waktu lalu misalnya gue merenung lama mencoba menyadarkan diri kalau semua yang terjadi ini bukan mimpi, kalau semua ini memang benar terjadi.
Lantas untuk apa kecewa dengan keadaan apabila yang terjadi sebenarnya, gue kecewa dengan diri gue sendiri.