The Fate

 Pagi tadi gue baru aja sampe Banyuwangi setelah perjalanan panjang naik Bus Pandawa 87 dari Bekasi - Benculuk.Karena ga mau bangunin orang rumah pagi-pagi gue ganggu lah Vido karena pasti ini anak belum tidur, jadilah gue di jemput sama Vido dan balik lagi ke kehidupan anak Desa.

Kayaknya baru kemarin lontang-lantung di Jogja tanpa tujuan buat nyari tempat magang. Lalu ke Jakarta buat magang dan kali ini pulang dulu karena udah bisa full WFH di rumah. Setelah ujian magang selesai dan semua yang udah gue laluin, rasanya semuanya berjalan sesuai apa yang banyak orang mau. Tapi kali ini gue juga gak tau apa gue bisa menjaga ekspetasi?

Kata orang takdir gak akan pernah bisa berganti, kayak bagaimanapun yang terjadi. Tapi ya kalau kita bisa merubah beberapa hal kecil bukan berarti kita menghindar kan? Apa kita hanya mengulur waktu sebelum akhirnya benar-benar terjadi?

Hal yang gak pernah gue prediksi tentu adalah kepergian tiga orang terdekat dalam satu tahun ini, dari budhe, adik dan kakek. Harusnya bisa gue cegah nyatanya gue gak bisa, apa takdir memang berkata lain? Gue gak tau yang jelas gue sempat memikirkan ini diperjalanan pulang, sambil menatap kaca bus dengan banyaknya orang yang lewat, sebanyak ini manusia yang ada di dunia, apa mereka yakin dengan takdir mereka masing-masing, atau ingin merubah apa yang bisa dirubah?

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##