Tiap orang punya cara sendiri dalam mencari bahagianya, bahagia yang selama ini dicari-cari dan bahagia yang sejauh ini diperjuangkan dalam ketidakpastian dalam menjalani hidup yang penuh lika-liku, kadang rasanya berat setelah menjalani hari yang melelahkan, ada senengnya, ada sedihnya, kadang ada hari dimana semua random dan campur aduk jadi satu, perasaan bersalah dan mengganjal dalam hati ketika semua yang harusnya pasti ternyata gak juga terjadi, bisa saja pagi ini rasanya begitu menyenangkan tapi siapa tau sore nanti? Siapa yang tau malam ini akan bagaimana akhirnya, berakhir pilu kah atau tetap menyenangkan.
Ketidaktahuan ini memiliki arti lebih, nyatanya gak semua harus diperjuangkan begitu keras, ada yang harus dilepas dan di ikhlaskan, ada yang harus dicoba kembali untuk sekian kali, walau ujungnya kita tau gak akan terjadi juga. Tapi ekpetasi hanya ada dalam pemikiran, realita masih penuh misteri, penuh cerita yang belum pernah kita baca sebelumnya, belum terjadi dan tertulis dalam lembar kertas kosong. Kita pikir dengan lari dari sesuatu akan jauh melegakan, nyatanya sesuatu yang membebani itu tetap mengikuti, tetap kita bawa setiap waktu karena berulang kali dalam tiap langkah ada satu tengokan kebelakang, ada yang belum juga terselesaikan.
Lantas bertanya pada diri sendiri, bagaimana mencari bahagia? Bila yang dicari selama ini ada didalam hati, bila selama ini yang dicari adalah diri sendiri, bahwa kebahagian bukan pada seseorang atau sesuatu, jawabannya? Dengan tidak membebankan kebahagiaan pada orang lain, mencari kebahagian sendiri tanpa harus terpaku pada sesuatu yang bisa saja pergi. Mencoba untuk mulai melepaskan kebahagiaan pada seseorang, menaruh harap dan asa terlalu tinggi karena jatuhnya terlalu sakit dihati.