Ketersinggungan

Menarik, bagaimana orang bereaksi terhadap suatu konten atau bahasan yang lagi ramai. Gue pun sampe tiba-tiba ikut berkomentar dan gak lama kena serang, gak salah sih toh karena tweet gue memang menyerang mereka perlahan, cuman eneg aja sama kelakuan yang bisanya keroyokan di timeline ini. Argumentasi paling edgy dan merasa paling benar itu ternyata gak asik. Gue mencoba menarik dan memantik pertikaian dengan ngetweet macam mereka ini dan boom dikit si memang yang nanggepin ga banyak-banyak banget, tapi jadi tau. Oh segini, oh begini.

Ini kacau sih platform burung biru satu ini, kalau lama kelamaan kayak gini, isinya semua ketersinggungan yang diambil mentah-mentah, melihat satu potongan cuplikan tanpa full nya, lalu konteksnya apa, kenapa dia bahas itu, kenapa keresahannya disana, diserang. Tapi memang mungkin salah orangnya yang ngetweet melihat momen lagi menarik, dia pasang satu cuplikan yang memang akan memantik, banyak orang jadi ngomongin tweetnya, ramelah pembahasannya. Tujuannya ya promo gratis digital downloadnya.

Komika-komika garis tipis yang gak ke televisi ini susah bukan main kalau jual materi memang kebanyakan berkomedi garis tipis, sayangnya mereka ini lemah juga dalam promosi di sosial media, harusnya itu hanya materi panggung dibawa ke sosmed untuk beropini, pecah? Ya tentu pecah pertikaian bukan pecah tawa.

Patra Gumala dan Popon Kerok salah satu standup komedian yang suka tipis-tipis senggol SJW, termasuk Adriano Qolbi, atau yang lagi dimana-mana saat ini Oza Rangkuti. Tapi dua orang ini beda dengan dua orang yang pertama, yang pertama blunder dan ga mau ngaku salah sudah memancing keributan, yang dua terakhir jarang mau cari masalah dan fokus dengan materi offline aja, materi di dunia maya dibedain lagi, karena segmentasinya beda lagi.

Kebetulan beberapa minggu lalu nonton show standup offline Nopek Novian, apakah materi nopek se-bersih ketika ia di panggung televisi? Ya tentu tidak, disitu ada anak kecil malah tapi materi sang komika pinggir jurang semua, ada cewek-cewek berjilbab bahasannya jurang lagi, terus salah gak kira-kira materinya? Ya ibarat kita nonton film, filmnya memang sudah seperti itu macam Seperti Dendam misalnya, disajikannya begitu masa kita ditengah mengambil peran saat pertunjukan, engga tentunya. Kalau ga suka bisa pergi, atau ikut ketawa aja.

Materi komika memang riskan kalau dijadikan digital download, semua bisa kena. Pandji dengan kucingnya, Bary dengan musang, banyak lagi yang malah hampir disomasi hanya karena ketersinggunannya diambil, komedi yang niatnya menghibur dinilai kebablasan, karena memang bukan mereka yang disasar ikutan tau kontennya dan ikutan menghujat, ada ruang akses untuk hal tersebut.

Jadi menurut gue, ketersinggungan yang diambil social justice warior ini harusnya bisa dikurangi dengan gak memperdulikan mereka sih, biar damai-damai ajalah. Ternyata lucu ketika memantik pertikaian bikin trigger tweet, semua terpancing dan marah-marah. Gak asik kan jadinya.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##