Sudah cukup sepakbola kita menghasilkan duka,
duka mendalam bagi kita semua.
Harus bagaimana lagi berbenah diri?
Sudah sejak Djohar sampai Iwan,
PSSI tidak berubah, tak juga segera berbenah.
Kita pernah dibekukan, akankah kembali terulang?
Dulu karena ego dualisme liga yang carut marut,
kini karena ego kita semua? Berujung maut.
Mau sampai kapan sepakbola kita begini,
mengorbankan nyawa demi tayangan bola.
PSSI harus bertanggung jawab, bukan lari dan cuci tangan menyalahkan berbagai pihak.
Tim investigasi harus dibentuk, ungkap masalah sampai kasus ditutup.
Karena memang semahal itu nyawa, sampai sepakbola tak lagi berharga jika nyawa taruhannya.