Berjalan.. Berganti.. Terdiam...

 Omong kosong kalau gue gak ngakuin, banyak hal yang gue udah lakuin ngebuat banyak orang sebegitu kecewa ke gue pribadi. Bahkan mungkin bukan hanya semua orang, gue pun kecewa dengan diri gue yang brengsek ini. 

Orang yang dengan mudahnya gak pernah mau berusaha untuk dirinya tapi juga egois dalam hal yang menyangkut banyak orang. Memilih untuk mengiyakan padahal sedang tidak mau, memilih menerima apapun konsekuensi padahal masih ribet dengan permasalahan pribadinya. Emang dasarnya tolol aja.

Hampir menuju 23 tahun dalam hidupnya. Ia yang sudah mengacaukan sejak awal, anak umur 14 tahun yang hilang arah, di usia ke 17 tahun membuat banyak masalah. Lari dan mencoba menyelesaikan, ternyata masih belum juga berubah, bahkan masih dengna habit lamanya. Gak enakan, terlalu memaksakan, dan perfeksionis. Oh jangan lupa idealisme matinya yang dikritik abis-abisan oleh banyak temannya. Anehnya ia tetap begitu, kini delapan bulan berlalu, ia masih saja seperti ini sejak awal judul skripsinya ditemukan, sudah sebulan selepas revisi terakhir bersama dosennya. Ia malah menulis hal yang gak bermutu semacam ini. Gak ada yang baca, tapi tetap ditulis. Untuk apa? Ya tentu untuk bercerita dengan dirinya sendiri, seolah gue punya temen cerita padahal ya enggak.

Ini lebih miris kayak deadpool ngobrol sama penonton padahal dia tokoh fiksi dalam film? Nah gue jangankan tokoh fiksi, tokoh utama, gak bukan semua itu. Bahkan buat jadi NPC aja gue enggak bisa. Paling gue kayak film Free Guy. NPC yang rusak gitu, ngomong sendiri dan belagak menyadari kalau hidupnya dipenuhi perulangan tapi dia sendiri yang sebenarnya ngebuat semua kekacauan ini. 

Balik lagi ke kekecawaan, kemarin entah darimana temen gue tiba-tiba wa dan bertanya "Kapan Lulus" itu kayak rasanya ngingetin gue juga dan bertanya kapan memang mau lulus? Nunggu apalagi, out of nowhere memang pertanyaannya,, tapi gue apresiasi sih buat tamparan kalau ya yang gue cari apalagi. Umur udah ga muda lagi, masih mau nunda-nunda? Tahun berganti, waktu berjalan tapi gue malah stuck dan terdiam di satu waktu yang sama semua berproses nah gue enggak nih.

Kayak orang yang udah hopeless parah aja gitu, aneh tapi nyata. Semangat gue memang gak pernah semembara seperti umur belasan lalu, dan gue gak menyalahkan siapapun. Gue sendiri yang salah terlalu menggebu di umur belasan seolah hidup gue udah on track, padahal selama ini rasanya mungkin gue tersesat dan ngedrift sana-sini seolah kembali ke jalan utama padahal ya blangsak ke semak-semak nyangkut gak tau jalan balik.

Gue gak mau juga diam lama kayak gini gak ada kejelasan, maunya juga cepet, sat-set. Sayangnya entah bagaimana kepala gue rasanya mau meledak, terlalu banyak yang gue pikirin sampe gue kehilangan fokus.

Remember this every day, you have successfully survived another week in this extremely challenging world. Even though at times you may feel like giving up and getting trapped, you must be proud of yourself. Keep up the spirit!

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##