Film terakhir yang gue tonton adalah "Wedding Proposal" Premisnya sih klise, tentang cowok yang berusaha keras buat dapetin cewek idamannya. Tapi sebenernya, film ini ngajak kita buat ngobrolin soal tradisi perjodohan, dan relevansinya buat jaman sekarang.
Ceritanya ada Bisma, cowok yang mandiri dan enggak mau nikah buru-buru. Dia ngerasa gak usah pusing soal umur dan tekanan keluarga, yang penting dia nikah sama cewek yang bener-bener cocok. Makanya, dia udah tolak 300 cewek sebelum ketemu yang jodohnya. Jatuhnya perfeksionis tapi jomblo. Eh.
Masaah muncul ketika Bisma (Dimas Anggara) pada scene nikahan dimana Bisma mengira ia menemukan orang yang ia cari. Ayahnya Bisma adalah orang tradisional banget, yang berfikir kalo anaknya belum nikah berarti ia gagal menjadi kepala keluarga. Jadi, mereka sering ribut soal perjodohan. Sampai ketika Ayah Bisma dan Ibunya mengatur perjodohan, yang disabotase Bisma.
Sebenernya ide ceritanya menarik, tapi sayangnya eksekusinya kurang pas. Filmnya terlalu fokus ke romansa antara Bisma dan Sissy (Sheryl Sheinafia). cewek yang disukainya, sampai bikin plot utama soal perjodohan jadi nggak jelas mau dibawa kemana. Naskahnya juga kayak nggak mau ngeksplorasi tema yang ada, jadi ceritanya cuma tergantung sama interaksi antara Bisma sama ceweknya aja.
Selain itu, pasangan utama di film ini juga kurang dapet chemistry yang bener-bener bagus. Akting Anggara dan Sheinafia sih oke, tapi kalo buat jadi pasangan yang romantis kurang greget. Jadi ya, rasanya kurang bisa buat baper.
Wedding Proposal sebenarnya menarik karena bercerita tentang hubungan Bisma dengan kedua orangtuanya yang kocak seperti kucing-kucingan apalagi perihal perjodohan. Sayangnya, plot tentang tekanan dari orangtua untuk menikah jadi terlalu dangkal. Meskipun begitu, momen-momen lucu antara Bisma dan orangtuanya berhasil bikin gue ketawa. Konflik-konflik kecil seperti hubungan Sissy dengan ibunya atau kecurigaan ibu Bisma soal perselingkuhan suaminya dan pernikahan ayah dan ibunya hanya dijadikan pelengkap dan tidak dieksekusi dengan baik.
Namun, penampilan Ito sebagai sahabat Bisma berhasil bikin penonton senyum-senyum karena karakternya yang lucu dan eksekusi komedinya yang keren. Bahkan, penampilannya seringkali mencuri perhatian dari Bisma. Sayangnya, film ini terasa kurang greget dan bagian penceritaannya yang berantakan tidak berhasil diimbangi oleh penampilan apik dari Ayah (Slamet Rahardjo). Overall, film ini lemah dalam penceritaan tapi penampilan Ito (Arya Saloka) tetap bikin penonton terhibur.
Jujur aja, film Wedding Proposal ini belum bisa bikin Sungdev Singh dan Tisa TS bangkit dari formula yang gitu-gitu aja walau sudah berganti rumah produksi. Mungkin Tisa TS harus memutar otak lebih. Gue harap aja mereka bisa lebih kreatif lagi buat bikin film yang lebih oke di masa depan.
Sinematografi8
Akting7
Skenario dan Cerita6
Backsound dan Musik7
Sinopsis
Bisma (Dimas Anggara) adalah fotografer yang belum menemukan jodohnya. Sissy (Sheryl Sheinafia) adalah perfeksionis yang memiliki sebuah wedding organizer. Keduanya bertemu pada suatu acara pernikahan. Lambat laun mereka menjadi dekat. Sayangnya, melanjutkan ke jenjang pernikahan bukanlah hal yang mudah. Sifat mereka yang bertolak belakang kadang membuat konflik di antara keduanya. Sikap Sissy yang keras dan perfeksionis juga tidak ditanggapi dengan baik oleh orangtua Bisma. Bisma tetap berusaha untuk mendapatkan hati Sissy meski harus mendapatkan berbagai penolakan.7.5
