Mantan: Film yang Seharusnya Tidak Ada, Kurang Eksplorasi dan Karakter yang Lemah

"Mantan" dinilai kurang memuaskan dengan skenario yang dangkal dan karakter utama yang egois, meski akting para pemeran pendukung cukup mengangkat

Gimana ya, ini terkesan bakalan judge gak sih? Tapi ya kalau memang pertanyaannya adalah film apa yang seharusnya tidak ada. Bagi gue adalah; Pizza Man dan Mantan. Tapi kita fokus ke Mantan aja. Karena Pizza Man walaupun menyebalkan tapi masih adalah sedikit komedi yang bisa menyelamatkan.

Sedangkan film Mantan besutan Rene Films yang dibintangi Gandhi Fernando ini jauh dari kata bagus. Dalam hal skenario dan eksekusi ya. Gak mengurangi sinematografinya yang menurut gue bagus dan akting dari Luna Maya, Ayudia, Karina Nadila dan Kimberly Rider yang meyakinkan, begitupun hadirnya Citra Scholastika. Sayangnya, eksekusi nya malah jadi another FTV di bioskop. Memang gak separah itu, tapi harusnya film ini bisa lebih dari itu. Karena ceritanya menurut gue bisa di ekplore lebih lagi. Kasih backstory yang kuat. Kenapa sih sosok Adi ini pengen closure? Sepenting apa sampai harus nemuin mantan-mantannya. Itu aja dulu.


Sebagai film debutan si Dea, menurut gue sih cukup oke lah. Naskah ceritanya memang sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya. Dialog-dialog antar karakternya bikin penonton bisa ngerasain latar belakang mereka dan motivasi mereka buat ketemu si Adi, si tokoh utamanya. Yang jadi masalah sih karakter Adi sendiri. Gue jujur agak males sama dia, sering jadi sumber konflik sendiri karena ego tinggi. Kayak, sebel aja gitu nontonnya. Tapi untungnya, penampilan para pemeran, kaya Bing Slamet, Nadila, Ryder, sama Maya, bisa ngangkat film ini. Terutama si Ryder, sukses mencuri perhatian dengan penampilannya yang bikin karakter Juliana berasa hidup banget.

Yang jadi masalah sih karakter Adi sendiri. Gue jujur agak males sama dia, sering jadi sumber konflik sendiri karena ego tinggi. Katanya mau damai sama mantan kekasih, tapi sebaliknya, tiap kali ketemu, Adi selalu bikin pertengkaran gara-gara egonya sendiri. Bahkan, dialog-dialog yang nunjukin Adi pernah ngelakuin dating abuse pada mantan kekasihnya bikin karakternya layak buat dijauhi. Ada adegan kejutan di tengah credit film yang bikin penonton bertanya-tanya tentang karakter Adi, tapi nggak terlalu ngaruh ke cerita.

Kayak, sebel aja gitu nontonnya. Tapi untungnya, penampilan para pemeran, kaya Ayudia Bing Slamet, Karina Nadila, Kimberly Ryder, dan Luna Maya, bisa ngangkat film ini. Terutama si Kimberly, sukses mencuri perhatian dengan penampilannya yang bikin karakter Juliana berasa hidup banget.

Masalahnya, justru ada di Gandhi Fernando, yang jadi tokoh utama, justru jadi poin terlemah di film ini. Aktingnya kaya kurang greget gitu, dan chemistrynya pas ngomong sama para pemeran pendampingnya juga kurang terasa. Sayang banget, pokoknya.

Secara keseluruhan sih, gue rasa Mantan ini oke lah buat nonton santai sama temen-temen. Tapi gue juga ngerasa, si Dea bisa lebih dari sekedar ngebahas tentang mantan. Semoga film lain gak mengulang kesalahan yang sama yang dilakukan film Mantan.

Dan itu kenapa gue bisa bilang kalau seharusnya film ini gak usah ada, better dikembangin lagi dengan cerita yang kuat dan gak bicara tentang mantan. Sejalan dengan review di Letterbox.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##