Foxtrot Six: Karya Debut Randy Korompis yang Memukau dalam Genre Aksi

"Foxtrot Six" adalah film debut Randy Korompis yang menampilkan aksi futuristik dengan efek CGI ciamik, meski karakter kurang berkembang.
Kalau ditanya karya debut sutradara terbaik versi gue? Tentu pilihannya beragam bisa saja gue bilang Benedion, tapi filmnya Ngeri-Ngeri Sedap bukanlah film debutnya melainkan Ghost Writer, atau Muhadkly Acho dengan Gara-Gara Warisan sayangnya itu juga bukan debutnya melainkan Ghost Writer 2. Kenapa? Gue terlalu suka film komikal ya? Iya, karena sempat berpikir akan memilih Raditya Dika di Marmut Merah Jambu nya. Tapi tentu ada nama lain macam Edwin dengan Slowing Breakfast dan Joko Anwar dalam film Janji Joni.



Sayangnya setelah semua pertimbangan gue harus kasih ke salah satu film laga terfavorit dan debut Randy Korompis sebagai sutradara film Foxtrot Six. Film yang mengangkat tema futuristik ini membuat gue cukup yakin menobatkan Randy sebagai sutradara terbaik dalam karya debutnya versi gue.

Foxtrot Six nih film aksi yang punya modal gede banget, jadi gak heran deh banyak aktor kawakan Indonesia yang bergabung di dalamnya, misalnya Oka Antara, Rio Dewanto, Chicco Jericho, Arifin Putra, sama Julie Estelle. Tapi, pertanyaannya, apa sih kelebihan dan kekurangan Foxtrot Six? Dan kenapa gue memilih ini jadi Karya Debut Sutradara Terbaik?

Jadi, ceritanya di masa depan Indonesia jadi negara superpower berkat pertanian yang masih survive di tengah krisis makanan. Sayangnya, rakyatnya tetep merana dan hanya sekelompok orang yang bisa menikmati kemakmuran, terutama partai PIRANAS yang udah berkuasa di Indo. Hal ini bikin munculnya gerakan pemberontakan dari THE REFORM di beberapa wilayah.

Lalu ada Angga (Oka Antara) yang punya ide buat meredam kekesalan rakyat. Setelah dipikir-pikir sama partai PIRANAS, akhirnya Angga dikasih izin. Tapi, pas lagi melaksanakan tugasnya, Angga diculik sama THE REFORM dan bertemu lagi sama cinta lamanya, Sari (Julie Estelle).

Sampai akhirnya, setelah ketemu lagi sama Sari, Angga jadi berubah pikiran dan gabung sama gerakan THE REFORM buat cari keadilan. Angga merekrut temen-temen lama dari angkatan bersenjata, Oggi (Verdi Solaiman), Bara (Rio Dewanto), Tino (Arifin Putra), dan Ethan (Mike Lewis). Terus ada juga Spec (Chicco Jericho), sosok misterius yang membantu gerakan THE REFORM dari balik layar. Enam jagoan ini pun memulai misi mereka buat mengakhiri tirani.

Kalo kalian nonton Foxtrot Six, bakal dapet tontonan keren kayak di Hollywood gitu deh. Pokoknya efek-efeknya dahsyat banget berkat dukungan dari Produser Eksekutif-nya, Mario Kassar. Kalian pasti tau dia kan, pernah ngebantuin beberapa film Box Office Hollywood, kayak Terminator 3, Basic Instinct 2, dan Rambo gitu.

Jadi, bakal dapet adegan-adegan perkelahian yang bikin deg-degan lah. Bukan cuma biasa-biasa aja, tapi semuanya dirancang dengan koreografi yang keren banget. Tim stunt Uwais Team, yang dibentuk sama Iko Uwais, juga ikutan ngebantu bikin adegan aksinya makin mantep. Plus, efek CGI-nya juga bikin kesan nontonnya makin keren abis deh.

Dari awal sampe akhir, ceritanya berjalan cepet banget, tapi ya wajar lah buat film aksi. Sayangnya, karakter-karakternya kurang bisa bikin kalian ngerasa deket gitu. Semuanya fokus ke misi utama, yaitu ngalahin PIRANAS sama balikin kekuasaan ke rakyat.



Tapi enggak cuma karakternya aja yang kurang deket, interaksi antar pemainnya juga kurang memukau. Percintaan antara Angga sama Sari juga kurang nendang, apalagi kalo enggak ada aksinya.

Foxtrot Six (2019) kalo dipikir-pikir, sebenernya bisa jadi film yang luar biasa kalo digarap lebih serius dan lebih oke lagi. Butuh pengembangan CGI yang lebih matang, dan pengembangan cerita buat nunjukin bonding keenam karakter utamanya. Meski punya banyak kekurangan, film buatan Randy Korompis ini masih seru kok buat ditonton.

Dan kenapa menurut gue Foxtrot Six adalah film dengan karya debut terbaik dari Randy Korompis karena ia berhasil mengemas sebuah film aksi yang tampil memukau dengan dukungan CGI yang ciamik dan koreografi adegan laga yang apik. Randy Korompis juga berhasil menggandeng aktor-aktor ternama Indonesia seperti Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Arifin Putra, Mike Lewis, dan Julie Estelle, serta tim stunt Uwais Team yang dipimpin oleh Iko Uwais. Meski terdapat kekurangan dalam pengembangan karakter dan interaksi antar pemain, Randy Korompis berhasil menciptakan sebuah film aksi yang seru untuk ditonton dan menunjukkan potensinya sebagai sutradara yang mampu menghasilkan sebuah karya debut yang layak diacungi jempol.



Sinematografi8
Akting8
Skenario dan Cerita8
Backsound dan Musik8

Sinopsis

Demi kekuasaan, suatu rezim kejam memonopoli pasokan makanan di Indonesia. Seorang mantan marinir membentuk tim yang berisi mantan rekannya untuk membereskan masalah ini.
8.5
Skor

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##