Satu Langkah

Kita tidak pernah bisa memaksa seseorang untuk terus mengerti bagaimana posisi kita saat ini, atau memaksa untuk memahami bahwa gak semua hal di dunia ini bisa dijadikan komedi, bisa dibecandakan, bisa terus-terusan dibahas seolah semua baik-baik saja. Gak akan ada waktu yang pas bagi kita membahas hal-hal remeh menjadi sesuatu yang besar hanya karena ketersinggungan atau rasa amarah kecil karena seseorang berkata sesuatu yang belum atau sama sekali tidak mereka pahami. Belum, lebih tepatnya. Jadi untuk apa selalu mencoba menjelaskan jika orang nya tidak pernah mau mendengar dan mengerti. Adanya buang waktu yang berharga.

Seperti halnya perjalanan dalam hidup yang silih berganti, semua yang bergerak maju tentu akan meninggalkan bekas, baik itu ingatan yang menyenangkan ataupun tidak. Hari ini menjadi tahap pertama atau bisa jadi satu langkah maju dari angkatan yang udah gue kenal cukup lama empat tahun berlalu, melihat seseorang berhasil mewujudkan apa yang diinginkan nya, buat gue seneng juga apalagi ini yang pertama. Pagelaran pertama teman-teman yang memilih jalur karya, membuat sesuatu yang berbeda. Berkarya. Hal yang dicita-citakan banyak orang ketika memasuki jurusan ini, namun harus ada yang berhenti entah karena apapun itu. Tapi juga ada yang masih melaju dengan garis waktunya masing-masing. Dan saat ini ada yang berhasil mewujudkannya.

Sengkela menjadi pagelaran pertama angkatan gua yang bisa dibilang cukup apik membuka pagelaran dengan menjadi batu pijakan. Ini yang pertama dan akan terus berlanjut sampai habis nantinya. Gue sih gak tau pasti ada berapa temen gue yang mengambil jalur karya tapi yang gue yakin, nantinya karya-karya mereka jauh dari kata biasa. Gue harap karya yang mereka buat akan jadi sesuatu yang wah. Mengantarkan pesan kecil namun dapat mengubah sudu pandang.

Seperti trailer Sengkela garapan Ifcha ini, gue apresiasi dari segi cerita yang mungkin klise bagi sebagian orang tapi penting untuk diangkat yaitu 'Pelecehan Seksual' yang berujung korban dihakimi dan terkena mental dan psikis yang membuat nya dikategorikan orang dengan gangguan jiwa kemudian harus terpaksa dipasung.

Berat memang, walau hanya sepotong trailer. Bagi gue ini bisa jadi sesuatu hal yang patut ditunggu. Apalagi Adika dan Rama juga akan merealisasikan film ini untuk bisa ditonton dalam durasi yang cukup panjang, mungkin dengan treatment yang berbeda.

Awalnya sih gue seneng-seneng aja ya dateng ke pagelaran temen, pertama lagi. Tapi kesenengan itu juga harus jadi senyum getir karena tentu gue harus berhadapan dan bertemu dengan dosen gue yang menjadi pembimbing skripsi gue yang sudah dua bulan mandek ini tidak kunjung dikerjakan kembali. Di depan aula gue udah ketemu Pak Zam, tanpa basa-basi ya gue menghampiri dan mengucap maaf karena belum juga menyetorkan revisi sejak awal Januari terakhir kali gue mengambil revisi dan berkata 'Iya nanti akan segera dikerjakan pak.' Nyatanya ucapan gue terlihat seperti bualan ya, karena hingga bulan ini pun gue belum juga bertemu dan menyerahkan revisi. 

Gue kira yaudah nih, masuk kan ya gue duduk deket adik tingkat dan Lutfi si brengsek yang suka susah dicari haha, gue pernah kesel banget sama dia karena gagal nonton salah satu acara standup berujung gue berangkat sendiri. Lagi enak-enak duduk dan ngobrol, eh Pak Zam gak jadi duduk di depan dan memilih duduk dibelakang yang tentu adalah disamping gue. Agak deg-degan. Walaupun akhirnya waktu film dimulai, suasana agak tercairkan dengan tingkah lagu adik tingkat yang lumayan lucu, makan snack Dosen tanpa sungkan, tapi ya disitu komedi nya sih. Karena sebenernya Dosen di jurusan gue gak begitu kaku banget kalau diluar mata kuliah dan urusan akademik. Kadang malah ngopi bareng kan. Trailer pertama selesai diputar, gue curi tengok kebelakang dan malah tambah gelagapan karena saat ini Pembimbing skripsi ke dua gua juga ada di belakang pas nih. Makin keringat dingin gak karuan.

Sesi tanya jawab terjadi dan Pak Denny bertanya ditutup dengan doa agar semua segera menyelesaikan proposal dan lancar sampai sempro, semhas dan sidang. Gue dalem hati cuman bisa, 'Itu yang gue pengenin juga sih Pak, sayang ini moodnya ancur-ancuran pas nyicil ngerjain revisi." Tapi nulis gini malah bisa? Lah. Hahaha

Diskusi selesai, kita foto bareng, lalu gue menghampiri Pak Denny dan minta maaf klasik, kalau skripsi belum juga gue serahin revisinya. Pas mau balik beliau dari arah belakang bercanda dan bertanya "Terus gimana, udah selesai, terakhir dari saya udah kan?' Gue cuman jawab udah. Karena memang revisi dari beliau dari Desember akhir udah dikasih. Gue nya aja yang mangkir dari kewajiban perskripsian ini seperti dulu waktu terakhir ketemu Pak Denny nyerahin laporan magang dan berakhir 8 bulan AFK dan baru November gue ngasih tuh proposa skripsi.

Dan dengan rentetan kejadian ini ngebuat gue jadi mikir, temen-temen gue bisa loh. Ada yang udah sempro banyak, semhas pun, lulus juga udah lima anak nih wisuda nanti tanggal 11 Maret ini. Sedangkan gue kok malah gini-gini aja tuh begimana ceritanya. Kelar dengan ragam momen canggung, gue ngobrol lagi sama teman lama dan bos gue saat ini, ya gue kerja buat dia soalnya haha. Daffa orang yang bisa dibilang juga punya jasa dalam perjalanan gue sampai saat ini sih, susah seneng awal-awal semester bareng, main bareng, kerja pun gitu, sampai buat UKM eSport pun bareng dia. Tapi ya namanya orang pasti ada silih berganti, sejak lepas dari UKM memang gue lama ga ketemu nih anak, ketemu pun sekadar basa-basi tanya kabar. Kali ini walaupun ngebahas kerjaan gue cukup seneng bisa ngobrol sama dia. Karena ngeliat progress dan perkembangannya jadi pemicu kalau Daffa bisa sampai di titik dia sekarang, dengan garis waktunya dia tentunya. 

Gue juga harus bisa jadi seperti  itu, ngelakuin banyak hal tapi fokus dengan tujuan. Gak seperti yang lalu-lalu begini-gini aja dan ujung-ujungnya ya mandek alias stuck. Ga jalan-jalan. Mungkin memang harus dimulai dari skripsi gue kerjakan kembali ya biar ga jadi beban yang makin menumpuk, yah itu sih yang mau gue ceritain dengan diri gue sendiri sepertinya. 

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##