Band Bagus, Manajemen nya Belum Tentu!

Sebenernya udah nahan-nahan buat gak nulis ini, buat gak cerita tentang kekecewaan gue ini. Kecewa dengan band yang gue sukai sejak lama. Band yang dulu gak pernah bikin gue bosen masang playlist mereka dimanapun gue berada. Lagu-lagu mereka yang akan jadi andalan gue memulai dan menutup hari yang panjang dan melelahkan, sayang sekali band sebagus itu, sebesar itu harus memberi pengalaman buruk bagi fans, gue pun merasakannya.

Sebagai salah satu band terbesar di Indonesia dan bisa dibilang living legend. Noah bukan hanya band yang bermodalkan besar dengan satu lagu one hit wonder atau hanya datang dan berlalu. Sedari bernama Peterpan saja band ini sudah membuat banyak orang terkesima dengan bagaimana enam pemuda asal bandung ini bisa mengemas musik yang simpel namun penuh banyak makna dan tentunya cocok ditelinga banyak orang.

Fans nya disebut sebagai Sahabat. Ya, diambil dari lagu Sahabat yang ada di album Taman Langit. "Ingatkanku semua wahai sahabat, kita untuk selamanya kita percaya." Harusnya seperti itu, harusnya selalu begitu. Karena Sahabat gak pernah ninggalin, gak pernah berlalu dan akan terus ada sampai kapanpun. Di masa-masa terkelam pun saat Peterpan harus vakum. Sahabat terus ada, bahkan bertambah solid. Usai Noah keluar menggantikan Peterpan pada 2012 makin banyak Sahabat baru yang bermunculan.

Sayangnya semua ada masanya, semua ada waktunya. Banyak yang berguguran karena kesibukan, karena sudah menikah, punya keluarga atau ya memang waktunya tidak cukup untuk selalu meluangkan mendukung Noah dalam tiap konser-konsernya. Tapi bukan berarti mereka-mereka ini menghilang, ada yang selalu hadir di tiap kota terdekat saat Noah konser, ada yang selalu menyempatkan untuk bertegur sapa sesama Sahabat luar kota.

Bahkan ada yang sampai nekat berangkat ke luar kota, luar provinsi hanya untuk menyaksikan band kesayangan tampil. Begitu lekatnya Sahabat dalam mendukung Noah, sayangnya sejak perpindahan CV. Raja Negeriku ke Fanartik dan terakhir Musica Merchandise. 

Sahabat banyak yang merasakan perbedaan dalam pengelolaan komunitas, awalnya ingin dirapikan, awalnya dijanjikan, diadakan lagi noahstore yang sempat hilang ternyata usut punya usut hanya gimmick belaka manajemen noahstore tak ujungnya musicastore.

Apalagi tentang pendaftaran member baru. Sahabat lama dibuat bingung dengan sistem baru yang mewajibkan daftar ulang namun dibatasi 2 tahun, dan saat tahun sudah habis janji yang bisa diperpanjang hanya semanis janji, ujung-ujungnya hanya disuruh beli lagi, daftar lagi dengan harga berbeda dengan isi paket berbeda. 

Adanya perpanjangan yang dinanti-nanti ternyata hanya berlaku bagi mereka yang menjadi member pada 2022 dan tidak berlaku bagi yang sudah melewati batas masa perpanjangan. Banyak yang tidak setuju dengan hal ini, tapi memilih diam, memilih untuk tidak bersuara. Karena takut akan tidak di dengar suara yang ingin mereka sampaikan.

Untuk sampai ke telinga personil pun rasanya mustahil. Personil taunya semua baik-baik saja. Ariel pernah menanyakan perihal website noah-site.com apa kabarnya, gue jawab ya bor? Website noah-site jadi situs judi luar negeri karena gak ada yang ngurusin domain nya.


Dulu apa sih yang buat manajemen Noah di era Febby Herlambang bisa bagus banget? Banyak hal, banyak terobosan, Sahabat bukan hanya target konsumen pasar merchandise melainkan ada kegiatan yang menguntungkan, ada bennefit jika tergabung menjadi Sahabat secara resmi melalui noah-site.com yang tentu selain potongan diskon merchandise juga potongan pembelian tiket, informasi terbaru tentang Noah dan banyak lagi yang bisa ditawarkan.

Saat ini? Dengan harga yang ada, jika ingin bertemu Noah atau Meet N Greet ada syarat ketentuan berlaku yang sebenarnya gak ada masalah jika membeli baju atau merchandise yang jadi masalah adalah, ketika hal tersebut tidak di informasikan dengan baik. 

Terus kenapa gue kecewa? Ya dari yang gue rasakan, merchandise rasanya gak dikerjain seserius itu oke gue akuin dari segi produksi bagus, kain oke, untuk yang flock sablon gak ada keluhan. Sablon biasa lain cukup mengecewakan, walau gak terlalu bermasalah. 

Packaging ya bisa dimaklumi, gak se eklusif era noahstore jaman Basecamp Bandung dan Fanartik. Desain? Ini sih PR banget, band bagus merchandise nya hanya tempelan A4 sampul Album dan poster. Adapun pilihan logo namun minim desain, walaupun kemarin ada beberapa desain menarik yang akhirnya dikeluarkan.

Publikasi? Ini lagi bisa dibilang sangat-sangat kurang baik. Kalah dengan informasi dari akun seperti @fyinoah atau @xarielsite padahal mereka hanya sekumpulan Sahabat yang suka akan karya Noah dan mengemasnya rapi dari fakta sampai berita.

Sedangkan Instagram official Noah yaitu @Noah_Site hanya memposting foto-foto usai konser, reels video setelah konser (inipun setelah Joshua masuk) dan jadwal gigs tour selanjutnya yang feeds desain nya harus banyak di perbaiki, informasi yang minim hanya repost membuat Instagram Noah terasa kurang menarik, begitupula interaksinya apalagi akun Twitter nya yang kini hanya ngetweet aja setelah itu gak ada aktivitas apapun. Sebelumnya masih mending, ada interaksi berbalas mention dan qoute tweet.

Website, ya terbengkalai sejak berpindah ke noah.musica.id memang benar website bukan lagi jadi tujuan orang-orang saat ini, tapi se terkenal-terkenalnya Coldplay pun website nya masih aktif.

Penanganan Giveaway. Kalau ini pengalaman pribadi, ya singkat cerita gue menang Giveaway 8 Anniversary Noah di tahun 2020 dan sampai sekarang gue masih belum menerima paket yang dijanjikan, hanya dilempar sana-sini. Lalu dikabari, dijanjikan namun ya berlalu, lalu berulang begitu terus. Mungkin Pak Manajer Benyo udah capek kalau gue mention tiap beberapa bulan sekali. 

Omongan admin nya juga berbeda-beda, yang di Twitter ngomong A, di Instagram C, nanti di Whatsapp beda lagi begitu dengan admin musicamerch, noahstoreid ataupun official_sahabat_noah ya intinya gak ada keselarasan Informasi di satu naungan manajemen yang sama.

Benar, beda-beda orang tapi kan bisa konfirmasi. Koordinasi, oke tentu paham banyak hal yang harus dilakukan gak hanya ngurusin giveaway yang udah lewat tersebut, tapi kan namanya tanggungan harus diselesaikan bukan? Kemarin di Whatsapp sih udah dijanjikan lagi akan segera dikirim ya tinggal nunggu resi nya dikasih aja.

Kekecewaan gue pribadi banyak, gue suka band ini. Bahkan tanggal 8 Juli dan 23 Juli nanti gue berencana nonton live di event Kratingdaeng dan CooLAb Fest. Satunya Noah live di Sidoarjo dan satunya di Malang.

Bahkan gue menjadikan video klip Bintang di Surga sebagai judul skripsi yang sedang gue kerjakan, sebagai syarat kelulusan sarjana gue. Ya ada gila-gilanya memang, tapi memang begitu adanya.

Gue ngerasa kalau band ini sebenarnya bisa kembali ke masa-masa itu 2012 - 2016. Ketika Noah masih memperhatikan Sahabat. Ketika manajemen masih bisa diajak untuk komunikasi. Saat ini memang bisa juga, tapi terbatas. Dan maaf jika terlihat terkesan memihak, memilih, dan menyeleksi target pasar.

Padaal tiap Sahabat di kota/daerah, permasalahan komunitasnya berbeda-beda, Anggota nya ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang aktif bikin acara, gathering, bakti sosial, ada juga yang bisa kumpul dan ketemu saat konser aja bersyukur.

Tapi banyak dari Sahabat memilih diam, gak bersuara. Gak mau ribut-ribut aja. Kini gue rasa pilihan terbaiknya adalah menjadi penikmat saja. Mendukung band nya, beli merchandise jika dirasa perlu, beli album fisik, dvd, dengerin di legal platform, nonton konser kalau sempat. 

Yang penting berkomunitasnya, sudah dibangun lama, persaudaraan antar kota, tetap terjaga. Masalah dengan perlakuan manajemen nya biarlah, menjadi kekecewaan sebagian Sahabat. Karena memang sebagian lain ada yang tentu Puas dan berterima kasih dengan manajemen saat ini.

Gue pun juga berterima kasih dengan manajemen yang sempat membuat Meet N Greet virtual pada era pandemi lalu, yang membuat banyak event menarik, dan mengemas acara Noah dengan baik.

Salut untuk mereka-mereka yang sempat tergabung dengan Noah dan yang masih. Kang Rama, Pakdhe Oleg, Mas Hafiz Wedha. Bang Kindi, Mas Wahyu, Om Benyo, juga Kang Boy, Kang Shendy dan Indra Permana di era-era basecamp Bandung.

Kalau ditanya apakah gue masih suka dengan band nya? Tentu, gak ada perubahan gue juga masih mengerjakan skripsi yang membahas video klip Noah. Hanya saja gue kecewa dengan bagaimana manajemen nya. 

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##