Apa yang terjadi beberapa hari terakhir, ngebuat mood gue berantakan. Setidaknya menghambat gue untuk menyelesaikan beberapa draft yang udah ada di kepala, rasanya kayak berat aja gitu.
Aneh, ada rasa marah yang gak bisa tersampaikan. Sedih yang gak tau dari mana, mungkin perasaan yang singgah dan akan berlalu. Ternyata salah, sampai hari ini bahkan gue masih kesel dan semakin kesel.
Gue udah nahan-nahan buat gak bersuara banyak, apalagi jejak digital pasti bisa ditemuin. Gak sulitlah untuk mengubahnya menjadi bumerang bagi kita. Opini gue tahan, setidaknya hanya gue utarakan ke temen-temen terdekat atau mereka yang punya pendapat dan pemikiran yang sama.
Masalahnya adalah, draft-draft gue gimana ini? Gue pengen bikin artikel buat album barunya tenxi, bahas album musisi thailand yang lagi gue dengerin 'pami', ngulas dikit the valley, atau sekedar menyelesaikan draft opini gue tentang series doona!.
Mood jelek menguasai, bangun tidur semua timeline twitter jeleknya bukan main, liat instagram pun sama. Gerah, gemes, amarah yang gak tau harus di release ke mana. Gini nih, kalau untuk bisa fokus tergantung mood. Dapet atau baca berita yang jelek-jelek suasana hati jadi rusak, pikiran kalut, gak bisa ngeluarin perasaan lain, ketutup sama rasa sedih dan marah yang berlarut-larut.
Apalagi kalau melihat situasi sekarang yang agak mencekam, kita rasanya seperti diadu satu sama lain. Ada yang ingin memanfaatkan momentum agar terjadi hal yang mereka idam-idamkan. Tapi, gue rasa kita bisa mencegah ini dengan bersama-sama gunain akal pikiran kita untuk gak tertipu. Masalahnya, gak semua akan berpikir hal yang sama. Ada orang-orang yang tetap denial dan bilang kalau semua akan baik-baik aja.
Entahlah, apa yang bisa dikatakan baik-baik aja kalau ekonomi kita lesunya bukan main. Okelah lo bilang konsumsi kita masih tinggi, penjualan masih terus meningkat, umkm masih laris. Tapi, perputaran uangnya itu lebih sedikit. Dan di tengah masyarakat seperti kita yang makin terus terhimpit, bisa-bisanya nada-nada nirempati terlontar dari orang-orang yang mengemis suara ke kita.
Jadi harusnya lo semua bangun, negara kalau keadaan nya gak bagus. Lo mau nyoba kreatif aja susah bro, asli. Ampun dah. Kalau lo bisa ngatasin nih suasana hati lo yang gak bagus dengan cara gak peduli dengan keadaan negara, keknya hati nurani nya perlu dipertanyakan. Atau memang kondisi lo gak terganggu dengan apapun yang terjadi saat ini.
Kalau itu jawaban nya sih, gue harus berberat hati lo gak napak tanah dan gak bisa memposisikan diri. Hanya karena lo belum terkena dampaknya, bukan berarti suatu saat lo gak akan merasakan nya.
Sekarang gue lah, oke gue gak terdampak secara langsung tapi secara gak langsung keadaan negara ngebuat mental gue kena dampaknya, otak gue jadi mikirin hal yang gak seharusnya ada, atau malah gak usah gue pikirin.
Harusnya sekarang gue lagi nyusun draft artikel yang mau gue tulis, nerusin bab proyek novel yang udah mangkrak, dan ngerevisi kalimat gak efektif di novel yang gue coba buat. Bukan malah tantrum di twitter karena kebijakan dan pertanyaan tolol berulang kali dari politisi.
Siapa yang lo pilih akan ngaruh ke kehidupan lo baik langsung maupun enggak, so just prepare yourself lah. Tunggu giliran nya. Gue udah dirusak nih mood nya, bisa aja selanjutnya lo juga.