Bukan sekedar one hit wonder?

Tenxi, Naykilla dan Jemsii - Garam dan Madu. Akhir tahun lalu, mereka mengguncang blantika musik Indonesia dengan single yang hingga saat ini masih diputar berkali-kali di seluruh platform streaming. Bahkan video klipnya sudah ditonton lebih dari 139 juta kali, sejak diunggah pada 20 Desember 2024.

Fenomena, ini tak kunjung mereda. Meski sempat mendapati hujatan dari berbagai sisi, baik personal maupun mengkritisi musik yang mereka coba bawakan. Tapi rasanya, tidak bisa mengkritik tanpa mengamini kejeniusan mereka dalam bermusik. Memadukan dua genre jadi satu. Hiphop dan Dangdut, atau kini yang sering kita sebut Hipdut. Meski banyaknya hujatan yang diterpa oleh ketiganya, tak dapat dipungkiri karya musik produksi Jemsii dibawah label antinrml makin membanjiri sosial media, khususnya tiktok. 

Setelah Garam & Madu, ketiganya kembali merilis single kedua yakni. Kasih Aba-Aba, masih dengan musik yang sama namun lebih terlihat matang dari single pertama, bahkan konsep video klip yang tambah nyeleneh mereka hadirkan lagi. Jika di garam dan madu hanya memakai satu tempat yakni apartemen untuk kebutuhan video klip, kali ini Kasih Aba-Aba memperlihatkan mereka yang sedang mengitari jalanan dengan menggunakan mobil bak terbuka. Sejak diunggah pada 28 April 2025. Kini video klip tersebut sudah ditonton lebih dari 28 juta kali.

Kolaborasi ketiganya memang belum ada perkembangan atau setidaknya kita tidak tau akan ada gebrakan apalagi baik dari Jemsii, Naykilla, Tenxi. Namun, patut selalu ditunggu karya kolaborasi mereka bertiga.

Meski begitu, Jemsii dan Tenxi tak berhenti pada dua single yang masih jadi perbincangan di sosial media ini. Merilis single ketiga yang kali ini menggandeng suisei sebagai teman duet lewat single mejikuhibiniu pada akhir Juni 2025 lalu.

Sebetulnya, sebelum terang benderang dan menjadi makin dikenal dengan Garam dan Madu, hingga masuk ke otak dan pikiran kita berhari-hari. Hanya membutuhkan satu minggu untuk 1-2 juta views ini. Jemsii sudah mencoba dengan Tenxi melalui Coba Lagi atau Tenxi dengan Suisei dengan attached. Meski begitu, tak ada yang segila Garam & Madu ini.

Jemsii, sebagai produser rupanya sudah mempersiapkan genre ini sejak tiga tahun lalu. Ia melakukan riset karena sering meremix lagu luar bahkan karena ia menyukai genre seperti breakbeat hingga akhirnya buat lagu sendiri.

Jemsii dan Tenxi bertemu disebuah channel discord, karena seringkali bermain game bersama dan ternyata memiliki satu visi dalam bermusik. Sedangkan hadirnya Naykilla karena mereka sering bertemu Naykilla di studio musik.

Naykilla pun sudah membuat beberapa single seperti You dan 2ND sebelum kini terkenal dengan kolaborasinya bersama Jemsii dan Tenxi melalui  Garam & Madu. Berbeda dengan Garam & Madu, gaya bermusik Naykilla dulu cenderung ke pop dengan lirik berbahasa inggris, terlihat cocok dengan gaya dan pembawaannya yang kalem. 

Kini, berkat Garam & Madu banyak musisi berlomba membuat musik dengan gaya serupa. Meski pun begitu, banyaknya musik dengan genre hipdut ini belum ada yang bisa menandingi cara Garam & Madu digandrungi, setidaknya hampir satu tahun kebelakang sejak rilis akhir tahun 2024 lalu.

Kalau buat kalian, gimana? Apakah garam dan madu adalah guilty pleasure atau bahkan sebuah genre baru yang akhirnya bisa kalian nikmati meski sempat menyangkal berkali-kali? Semoga, makin banyak karya atau bahkan album baik dari Tenxi dan Naykilla ataupun produksi Jemsii dan label antinrml nya.

Posting Komentar

© #NoteAdit - Aditya Bintang Perdana. All rights reserved. ##