Kita akan terus menyalahkan keadaan, membuat ragam pertanyaan dan pengandaian berulang kali. Tapi, apakah kita pernah mau belajar? Bahwa semua dapat diperbaiki, bukan malah lari dan beranjak pergi.
Gak ada yang tergoda oleh buaian mimpi-mimpi, oleh ia yang begitu menarik di hati. Melihatnya saja bisa menggoyahkan diri. Tapi, konsekuensi sudah menunggu. Mengubur harap lama, tanpa alasan yang pasti membuat semua meninggalkan beban, ia suatu saat akan kembali dalam bentuk penyesalan. Kerap hadir dalam malam-malam panjang dan bertanya lirih: Kenapa?
Kenapa kita seringkali tak menghargai ia yang selalu ada, kenapa kita seringkali tak berpuas diri dengan ia yang bertahan. Kenapa? Apa karena itu sifat kita? Selalu merasa ingin segala-galanya.
Kalau iya, brengsek sekali manuasia ini. Baru menyesal ketika yang ia pilih tak seperti yang ia tinggalkan. Menyesal, merasa kehilangan sesuatu yang lebih berharga hanya untuk ia yang begitu menarik pada awalnya. Ampas.