Akan terlihat menyedihkan memang, tertinggal atau bahkan ketinggalan dengan banyak hal yang sedang terjadi saat ini. Ketika usia udah gak lagi muda, udah bukan masanya remaja. Menginjak dewasa, terkesan menakutkan. Takut akan apa yang akan terjadi kedepan nya, takut pada keputusan-keputusan bodoh yang mungkin akan mengakibatkan kerugian yang tak terduga. Atau, setidaknya takut bahwa masa depan tak seindah apa yang pernah kita impi-impikan kala masih berada di bangku sekolah dulu.
Tapi, gak apa-apa kok. Gak harus terealisasi, gak harus semua yang kita inginkan terwujud sekarang. Meski rasanya tertinggal dari teman-teman yang sudah melangkah lebih dulu, bukan berarti selamanya akan tertinggal kan? Iya, sekarang lagi got little behind.
Terlambat menyadari bahwa waktu berjalan jauh lebih cepat akhir-akhir ini, bagaimana bisa kemarin kita baru saja berusia belasan eh tiba-tiba udah ada di pertengahan dua puluhan, bahkan mau menuju ke kepala tiga. Gila, kepala tiga gak tuh? Terkesan, tua ya? Tapi realitanya kan memang begitu. Bahwa kita saat ini gak lagi remaja yang hanya berkutat pada permasalahan besok ke sekolah mau main apa ya pas jam istirahat, atau eh PR mana yang belum gue kerjain, dia lagi apa ya? Gak, tentu masa-masa itu sudah habis dan kita gak akan pernah bisa mengulang kembali, walaupun memorinya samar-samar teringat dengan jelas dan terekam dalam ingatan yang tak lekang oleh waktu. Saat kita sadar bahwa waktu perlahan sudah membuat kita terlena, kita mulai takut pada bagaimana semua ini akan berakhir bukan? Kayak, naik roller coaster yang bisa saja berjalan cepat pada relnya, tapi masih ada kemungkinan ia keluar jalur dan membuat celaka. Begitupula keputusan yang kita buat, bisa saja ia berakhir sempurna atau ktia harus coba lagi dan lagi sampai keputusan yang kita buat tak lagi merugikan diri sendiri. Setidaknya, kita gak takut lagi nyoba.
Mungkin ada benarnya, kita sedikit terlambat. Terlambat menyadari bahwa kesempatan-kesempatan yang dulu datang hanya datang sekali, gak ada lagi tuh penawaran kedua. Gak ada lagi tuh kesempatan yang datang tiba-tiba di saat kita ragu dengan diri sendiri, atau bahkan bertanya-tanya kita layak gak sih, ambil kesempatan ini? Bagi mereka yang sudah mengambilnya, ataupun tidak. Tentu, ada dua kemungkinan. Bisa saja mereka bersyukur atas keputusannya terkait kesempatan tersebut, atau bisa saja mereka menyesal. Keduanya, baik yang mengambil ataupun tidak. Kita tak akan pernah benar-benar tau bagaimana menyia-nyiakan kesempatan atau mengambilnya berdampak pada hidup yang terus berjalan ini.
Dan gak apa-apa juga kok terlambat dalam menemukan jati diri, kayak mau kita apa sih? Sebenernya ini mau dibawa kemana, kemarin tuh gue ngapain aja ya kok hidup rasanya berjalan di tempat, kok gak ada perubahan apapun dalam hidup gue? Apakah karena gue lebih mempercayai mood dan semangat yang kadang datang dan pergi sesuka hati itu, gimana jadinya kalau gue mempercayai konsistensi dibanding dua hal tersebut? Akankah hidup gue gak seperti ini.
Kita seringkali membayangkan what if, berandai-andai atas kehidupan yang sudah kita jalani, berandai-andai jika kita mengambil keputusan lain atau tindakan lain atas apa yang sudah terjadi. Padahal yang sedang berjalan adalah waktu saat ini, kembali lagi seperti apa yang gue bilang tadi. Gak apa-apa terlambat menemukan jati diri, daripada tidak sama sekali. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita berjalan maju bukan? Meski gue pribadi adalah orang yang terjebak dalam masa lalu, orang yang belum tau maunya apa, yang senyumnya perlahan menghilang beberapa tahun terakhir ini.
Tapi, gue juga mau nyoba lagi. Setidaknya lewat tulisan-tulisan yang gue pun ragu akan menemui pembacanya. Tapi gue nyoba, dan mencoba jujur lagi pada diri sendiri kalau gak apa-apa rapuh, karena berlagak hidup berjalan aman-aman aja juga gak berarti apa-apa.
So, It's okay to got little behind. Asalkan mau nyoba, asalkan gak berlarut-larut dalam meratapi nasib. Selagi masih bisa, habisin semuanya sekarang. Mau kerja, main, ketemu temen, game, apapun itu selagi masih bisa dilakukan dan ada waktunya. Lakuin. Sebelum kita menghadapi realita lain, meski belum tentu siap tapi harus prepare for the worst scenario in the future. Selagi mengupayakan yang terbaik juga demi masa depan.
Karena waktu tak akan melambat, time doesn't slow down, so either you keep up with the pace or you will got lost in the middle and hard to find where to start again. Huft... life sucks i'snt it?