Dengan segala yang sedang gue alamin saat ini sih, gue bisa mengatakan kalau gue gak lagi baik-baik aja. Baik secara mental maupun pikiran sih. Lebih ke pikiran mungkin ya, ngerasa bahwa gue kurang berjuang lebih, mungkin atau usaha yang jauh lebih keras untuk dapetin apa yang gue butuhkan, at least.
Masih banyak watchlist yang udah gue tonton dan belum gue ulas, begitu pun dengan beberapa draft musik baru yang sangat menarik untuk dibahas. Tapi lagi dan lagi musuhnya semangat sama mood. Padahal kita udah tau dan sering bahas juga di sini, kalau ngandelin mood sama semangat mah gak akan ada abisnya, dan gak pernah bisa mencapai sesuatu.
Toh, kuncinya di konsistensi dan sebuah sistem yang bisa kita jalanin lagi dan lagi tanpa harus mengandalkan mood. Bodohnya sih, dalam menulis gue seringkali melibatkan perasaan, atau setidaknya gimana reaksi gue saat mendengarkan musik ini pertama kali. Kenapa bisa suka sama gaya bermusik musisinya. Atau gue seringkali terbawa suasana dengan film atau serial yang gue tonton. Itu bisa berhari-hari tuh kalau yang gue tonton relate atau paling tidak membuat perasaan gue awur-awuran, ancur pokoknya.
Ternyata, bertambah tua tuh menyebalkan. Begitu sangat menyebalkan ketika kita kehilangan kontrol atas apa yang ada dalam hidup kita. Enak kali ya kalau hidup sama seperti animasi atau kartun masa kecil, dongeng-dongeng layaknya Peter Pan. Bisa tuh kita lari dari masalah, dan ya udah ada di Neverland. Cuman dulu kan ada yang bilang kalau Peter Pan tuh bukan bawa anak-anak itu ke Neverland, melainkan membunuh mereka. Hahaha, konspirasi yang berulang kali didengungkan.
Tapi memang growing up's a waste of time. Secara umur sih memang bertambah. Tambah tua, dan tubuh juga gak bisa bohonglah. Tapi entah bagaimana, kadang juga gue ngerasa kalau gue masih anak kecil yang sama nih, yang hidup di kota kecil. Punya mimpi banyak dengan minim aksinya itu. Berharap masa mudanya bisa kembali, setidaknya untuk memperbaiki ragam kesalahan yang gue buat pada umur belasan, yang hingga kini tentu gak selesai-selesai permasalahannya.
Karena apa? Karena gue lari lah dari masalahnya. Apalagi jawabnya? Ya, ada sih beberapa yang gue hadapin satu per satu. Gue coba dan usaha untuk nyelesain permasalahan yang datang silih berganti. Tentu sembari membayangkan apa yang terjadi kalau gue gak pernah bikin kesalahan yang sekarang menggerogoti gue perlahan. What I have become?
Sekarang udah telat, dan gue gak bisa apa-apa kecuali berjalan dan melupakan. Berteman dengan diri sendiri, muter lagu-lagu yang mewakili perasaan berulang kali. Mencoba mengafirmasi diri bahwa gak apa ngobrol sendiri nih kita. Cuma, sampai kapan nih? Masa hidup mau begini-gini terus kan?
Gak ada progress nya dong? Kesedihan tuh semakin dipelihara malah bikin keki, resah, dan ribet lah. Harus segera disudahi, setidaknya begitu asumsi gue sih. Walaupun tentu belum dan gak kejadian juga sampai detik ini.
And I don’t care, If I never land, cus’ the distant sky’s always better than my life right nowAnd the place I am, so for one last time I guess Peter Pan was right.