Akan sangat lebih mudah jika kita bisa mengatur isi kepala, seperti memilah dokumen dengan fitur filter ataupun memisahkan isi kepala kita dalam folder spesifik. Sayangnya, isi kepala gak seperti data yang bisa kita hapus lalu lupakan, atau kita simpan dalam folder tertentu dan gak akan kita buka lagi.
Cara main isi kepala tak seperti itu, dan isi kepala gue lebih rumit dari yang gue kira. Padahal, gue udah seneng banget dengan progress gue saat ini, gue bisa melawan kemalasan yang gue buat dengan nyoba konsisten nulis lagi, konsisten bikin sesuatu yang gue suka. Tapi, isi kepala ini begitu berisik. Semua seolah meminta untuk dipikirkan, padahal harusnya bisa satu per satu, tunggu giliran. Akan ada masanya gue pikirin kok, kasih gue ruang, kasih gue waktu. Walaupun yang terakhir, alasan klise sih. Gak ada waktu yang cukup untuk gue mau menyelesaikan hal-hal yang gak ingin gue pikirkan lagi itu.
Harusnya, gue sekarang udah nulis nih entah tentang film dan serial yang baru aja gue tonton, sebelum gue lupa atau bahkan harus mengingat lebih jauh apa yang gue rasakan setelah nonton, dan kenapa ini perlu atau gak orang lain tonton. Atau opini gue tentang lagu dan musisi yang sekarang mencuri perhatian gue melalui karya mereka. Bukan malah rasa sedih yang harus terus berputar-putar di isi kepala gue yang berisik ini.
Gue capek, dia ngulang-ngulang mulu memori di masa lalu yang harusnya gak usah muncul secara random dan bikin perasaan gue jadi gak karuan. Perasaan yang menyebalkan, dan gak akan hilang dalam waktu yang cukup menyiksa. Seakan berbekas, padahal bisa saja memori yang muncul adalah ingatan beberapa tahun lalu. Anehnya, ingatan itu menciptakan perasaan sedih, kadang marah, atau cukup membuat kecewa. Kecewa ke siapa? Tentu, diri sendiri.
Isi kepala berisik, menghambat diri untuk menjadi lebih baik. Atau ini semua hanya perasaan sementara, yang gue buat sendiri? Hal yang selama ini menghalangi gue untuk move on dari kejadian masa lampau? Seakan, gue menyabotase diri sendiri lagi dan lagi tanpa gue sadari. Mencelakai diri sendiri, aneh tapi gue lakukan juga.