Dalam beberapa tahun, terakhir. Gue merasa kehilangan diri sendiri, gak tau apa yang sebenernya gue mau, inginkan atau bahkan impian terdekat yang mau gue kejar atau bahkan wujudkan. Padahal, dulu anak ini yang selalu percaya pada mimpi-mimpinya. Percaya, bahwa bermimpi tak ada salahnya. Setinggi apapun itu, seabsurd apapun mimpinya ada kemungkinan terwujud.
Tapi, rasanya semua sia-sia. Usai 2019, hidup lebih flat dan datar. Ada rasa hampa yang menghantui, ada kesedihan yang terus menerus mengganggu. Hidup seolah berhenti di tahun-tahun tertentu. Seolah, gak ada opsi atau pilihan lain untuk keluar dari segala kerumitan yang telanjur terjadi ini.
Gue yakin sih ada, cuman gue belum nemu aja. Dan yang harus gue lakukan sekarang adalam memaksa diri gue untuk beradaptasi lagi dan lagi pada realita yang gak akan pernah mengerti keadaan kita, realita gak akan sesudi itu menanyakan apa keresahan kita, dan seolah cuek meskipun kita tertatih sekalipun menjalani hari-hari yang penuh kekosongan itu.
Maka, memaksa diri adalah salah satu cara bertahan. Selain cara agar tetap waras, memaksa diri menjadi pilihan agar gue gak lagi-lagi terikat pada masa lalu dan semua kebimbangan yang seringkali hanya menghambat gue untuk maju. Malu, rasanya menasehati diri lagi dan lagi. Tahun berganti, waktu berlalu tapi kok ya diri ini masih berhenti. Seperti menunggu diselamatkan, haha gak akan ada yang bisa menyelamatkan selain diri sendiri. Bahwa, perubahan akan datang kalau kitanya mau. Kalau keinginan nya muncul dan datang dari diri sendiri.
Begitu aneh, selalu senang larut dalam cerita-cerita masa lalu dan segala rentetan kenangan yang sebenarnya gak layak untuk dikenang. Jadi, yuk perlahan memaksa diri untuk melanjutkan hidup. Get moving on, setidaknya untuk bertahan lebih lama lagi dan bercerita lebih jauh lagi. Ceritain progressnya, keluh kesahnya menjalani hari. Jangan sampai patah dan hilang semangat lagi, karena harusnya tau bahwa anak bodoh ini sulit untuk bangkit dari keterpurukan yang ia perbuat sendiri, sulit untuk berdiri lagi dan percaya bahkan kepada mimpi dan dirinya yang tak lagi muda.