Percaya, satu kata manis penuh harap,
pada keyakinan yang bertahan di atas ragu.
Percaya, optimisme semu yang dibalut duka,
seolah memberi penawar di tengah luka
Percaya, meski tak lagi tahu ke mana harus melangkah,
tak ada lagi arah tuk dituju, hanya keyakinan yang kupeluk ragu.
Percaya, walau dilema tak ada habisnya.
ia menyisakan harap, yang kadang berujung kecewa.